Nasional

PLTN Cina Generasi IV

PLTN Cina:

Saat ini Cina memiliki 55 PLTN yang sedang beroperasi dengan kapasitas 53.202MW dan yang sedang dibangun berjumlah 23 unit dengan kapasitas 25.724MW. Tipe PWR mendominasi PLTN di Cina baik yang sedang beroperasi maupun sedang dibangun.

Dari 55 unit yang sedang beroperasi, maka 52 unit tipe PWR, dan 3 unit terdiri dari 2 tipe PHWR yang berlokasi di Jiaxing dengan nama Qinsaan3-1 dan Qinsaan 3-2 dan 1 unit tipe HTGR berlokasi di Weihai dengan nama Shidad Bay dan beroperasi pada 14/12/2024.

Kemudian dari 23 unit PLTN yang sedang dibangun tipe PWR tetap dominan dengan jumlah 21 unit dan 2 unit lainnya dari tipe FBR (Fast Breeder Reactor). Dari 21 unit jenis PWR yang sedang dibangun, maka unit terkecil berkapasitas 125MW terletak dikota Changjiang dengan nama reaktor Linglong-1 dan unit terbesar berkapasitas 1253MW terletak dikota Haiyong dengan namaHaiyang-3.

Tipe FBR yang sedang dibangun masing-masing berkapasitas 682MW yang keduanya terletak dikota Ziapu dengan nama Ziapu-1 dan Ziapu-2.

Dari catatan sejarah, PLTN pertama di Cina dibangun oleh AREVA, perusahan Perancis beroperasi tgl 31 Agustus 1993 yang terletak di Shenzhen City, bernama Daya Bay-1 dengan kapasitas 984MW, tipe PWR.

Perancis mengembangkan tipe PWR buatannya sendiri yang awalnya di-adopsi dari Amerika Serikat. Rupanya Cina cocok dengan tipe PWR ini sehingga mendominasi PLTN Cina yang saat ini dikembangan oleh Cina sendiri.

PLTN yang sedang beroperasi didunia saat ini termasuk di Cina adalah dari Generasi II, III dan III+.

Saat ini Cina memasuki era baru dengan keunggulannya membangun PLTN Generasi-4 tipe HTGR, yang sudah memasuki tahap komersial.

Prestasi Cina ini adalah yang pertama didunia, melampaui negara-negara perintis PLTN seperti Rusia, AS, Perancis dan Inggeris.

Berlokasi di Provinsi Shandong, proyek itu dikembangkan bersama oleh China Huaneng Group, Universitas Tsinghua, dan China National Nuclear Corporation(CNNC).

Cina memegang hak kekayaan intelektual yang sepenuhnya independen untuk PLTN generasi IV tersebut. HTGR merupakan jenis reaktor canggih yang menggunakan teknologi PLTN generasi IV dan merupakan arah pengembangan utama PLTN, kata Zhang Zuoyi, kepala perancang program utama PLTN HTGR sekaligus Dekan Institut Energi Nuklir dan Teknologi Energi Baru di Universitas Tsinghua.

Dengan “keselamatan” sebagai elemen kunci, reaktor itu dapat mempertahankan kondisi aman dan mencegah terjadinya kecelakaan reaktor nuklir atau kebocoran bahan radioaktif.

Kemampuan ini dapat bertahan bahkan ketika kapasitas pendinginan benar-benar hilang, tanpa tindakan intervensi apa pun, tambah Zhang.

Lebih dari 500 perusahaan yang bergerak di bidang desain dan pengembangan, konstruksi teknik, manufaktur peralatan, produksi dan operasi terlibat dalam proyek ini.

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) peralatan PLTN tersebut mencapai lebih dari 90 persen, kata Zhang Yanxu, penanggung jawab proyek tersebut.

Pengoperasian komersial PLTN itu memiliki signifikansi besar dalam meningkatkan keselamatan, serta kapabilitas ilmiah, teknologi, maupun inovasi dari pengembangan PLTN di Cina, katanya.

PLTN Shidaowan dimulai pada Maret 2002, dimana China Huaneng memulai pekerjaan awal pada proyek percontohan dengan China Nuclear Engineering dan Universitas Tsinghua.

Rencana implementasi disetujui pada Maret 2011 namun ditunda setelah kecelakaan PLTN Fukushima di Jepang, terjadi pada bulan yang sama akibat gempa bumi dan tsunami. Pembangunan PLTN HTGR Shidaowan dimulai pada Desember 2012, dan mulai menghasilkan listrik untuk pertama kalinya pada Desember 2021.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara