
Manado – Partai dan masyarakat akan merekomendasi dan mengusung calon gubernur, bupati dan walikota pada Pilkada si sejumlah daerah Sulawesi Utara diminta untuk menjadikan catatan-catatan kinerja pemimpin salah satu syarat penting.
“Hasil audit BPK beberapa tahun terakhir ini harus dijadikan referensi atau syarat mengusung calon pemimpin dalam Pilkada 2010,” kata pemerhati sosial dan politik Sulut, Jopie Worek kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kinerja keuangan di satu daerah adalah evaluasi obyektif yang pantas dijadikan salah satu ukur kualitas calon pemimpin daerah. “Kalau hasil audit BPK menyebutkan kabupaten tertentu laporan keuangannya dapat angka merah atau buruk, tentu saja pemimpinya gagal dan tidak pantas diusung, “katanya.
Persoalan ini harus dicermati semua pihak. Sebab sesuai publikasi BPK 2006-2008 bahwa sejumlah kabupaten dan kota Sulut mendapat catatan diclaimer(tidak memberikan pendapat) atau opini paling rendah hasil Audit BPK.
Minsel dan Talaud misalnya yang mendapat rapor merah tiga tahun ini, “jika sekarang memimpin Sulut, maka hasil Audit BPK itu hastus jadi Refrensi atau catatan obyektif penjaringan calon independent,” jaelasnya. Ditambahnya lagi, bahwa kemampuan mengelola keuangan satu daerah adalah syarat penting calon pemimpin daerah.
Menurut Worek, persyaratan kemampuan mengelola keuangan daerah saat ini adalah tuntutan strategis membangun daerah ini. “ Praktik korupsi yang marak terungkap di daerah ini sebagian besar karena persoalan rendahnya kualitas pengelolaan keuangan Negara, I ni terkait langsung dengan persoalan kepemimpinan. Ini juga berarti persoalan kualitas calon pemimpin,” tuturnya.
Lebih penting lagi, lanjutnya, semua hasil pemeriksaan BPK sebagai Lembaga pengawasan resmi Negara hendaknya juga menjadi bahan pertimbangan rakyat dalam mengusung dan memilih calon pemimpinya ke depan. “ Kita berharap dalam memilih pemimpin daerah kedepan , semua pihakmemiliki catatan kreteria atau persyaratan obyektif,termasuk didalamnya hasil pemeriksaan BPK. Kalau rakyat sekarang semakin kritis dan obyektif menentukan pemimpinnya maka kita mulai mewariskan masa depan gemilang untuk anak cucu,” pungkasnya. (IS)
