Berita Utama

Picuan Kembali Panas, Tiga Rumah Porak-poranda

Picuan Kembali Panas, Tiga Rumah Porak-porandaRusuh antara warga Picuan dengan petugas makin panas. Sabtu (26/5) sekitar tiga rumah hancur. (foto beritamanado)

Picuan—Dampak dari demo warga lintas tambang, Tokin Raya dan Karimbow Raya Jumat (25/5) di Kejari Amurang, Polres, Pemkab dan DPRD Minsel. Memberikan motivasi salah bagi warga Picuan. Bahkan, warga Picuan menjadi galau dengan demo tersebut. Akibatnya, malam harinya tiga rumah milik Hukum Tua Picuan Markus Merentek, Hukum Tua Picuan I Sultje Merentek dan rumah Ketua Komisi Wanita Kaum Ibu (WKI) Pnt Maisye Kontu porak-poranda.

Dari informasi yang diterima media ini, tiga rumah milik Markus Merentek (Kumtua Picuan), Sultje Merentek (Kumtua Picuan I) dan Ketua WKI Pnt Maisye Kontu hancur dilakukan orang-orang yang tak bertanggungjawab. Lebih sadis lagi, rusuh di Picuan makin memanas. Dan ratusan anggota siap berjaga-jaga, bahkan telah dijanjikan malam nanti akan terjadi baku serang.

‘’Ya, ini mungkin karena mereka tak menerima demo Jumat lalu. Dimana, sekitar ribuan warga lintas tambang mendatangi Kejari Amurang, Polres, Pemkab dan DPRD Minsel. Seperti diketahui, bahwa demo warga lintas tambang tersebut mendukung investor PT Sumber Energi Jaya (SEJ) melakukan pengoperasian di Motoling Timur,’’ ujar sumber yang enggan ditulis namanya.

Kata sumber yang dapat dipercaya, puluhan anggota Dalmas dibantu Brimob Polda Sulut melakukan pengamanan di Desa Picuan sejak Sabtu pagi tadi. Lebih panas lagi, lemparan batu terjadi siang tadi dihadapan petinggi-petinggi Polda Sulut dan Polres Minsel. Namun, pihak kepolisian hanya membalas dengan gas air mata.

Sampai berita ini diposting, penjagaan secara ketat masih berlangsung. Pasalnya, ratusan anggota Polres Minsel dibantu anggota Brimob Sulut masih melakukan penjagaan secara ketat. Informasi lainnya, malam ini akan ada serangan balik dari warga Picuan Raya. (tim bm)

3 tanggapan untuk “Picuan Kembali Panas, Tiga Rumah Porak-poranda”

  1. Dimana sih pertambangan rakyat itu aman? Dimana ada gula disitu ada semut. Semut beriringan, antri dan ada polanya… mar kalu Manusia, so ndak ada pola. Pola hukum rimba berlaku…. sapa kuat dia menang, masalahnya kalu di lokasi di hutan io stow, mar kalu so di kampung…. tetap bisa di tebak siapa yang pegang mapatu!!! Salam damai….

  2. Ada warga Pro-Tambang
    Ada warga Anti-Tambang
    Ada aparat

    Kalau bentrok, siapa yang menang?
    PROVOKATOR-lah pemenang utamanya!!!!
    Inilah saat yang paling ditunggu-tunggu para provokator sejak bertahun-tahun lalu….

    Hati-hati, mari selesaikan secara musyawarah dan kepala dingin.
    Torang samua basudara dari Toar-Lumimuut deng sesama ciptaan Tuhan

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara