Olahraga

Piala Dunia: Vinicius Jadi Pemimpin Baru Brasil

Pemain tim nasional Brasil Vinicius Jr (depan) merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Grup C melawan Skotlandia di ajang Piala Dunia FIFA 2026 di Miami Stadium, Miami, Amerika Serikat, pada 24 Juni 2026. (Xinhua/Xu Zijian)
Pemain tim nasional Brasil Vinicius Jr (depan) merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Grup C melawan Skotlandia di ajang Piala Dunia FIFA 2026 di Miami Stadium, Miami, Amerika Serikat, pada 24 Juni 2026. (Xinhua/Xu Zijian)

Penulis: Tim Redaksi

Piala Dunia menghadirkan sosok baru yang memimpin permainan Brasil. Vinicius Jr tampil sebagai motor serangan Selecao sepanjang fase grup, namun penyerang Real Madrid itu menegaskan bahwa target utamanya bukan penghargaan individu, melainkan membawa Brasil meraih gelar juara dunia keenam yang telah lama dinantikan.

Penampilan impresif pemain berusia 25 tahun tersebut menjadi salah satu sorotan setelah Brasil memastikan diri lolos ke babak gugur sebagai juara Grup C. Empat gol yang dicetak dalam tiga pertandingan turut mengangkat namanya dalam persaingan peraih Sepatu Emas, tetapi fokus Vinicius tetap tertuju pada prestasi tim.

Di tengah sorotan terhadap performa pribadinya, Vinicius justru menegaskan bahwa kemenangan Brasil jauh lebih berarti daripada penghargaan apa pun.

“Saya tidak peduli dengan penghargaan individu. Saya di sini bukan untuk menjadi MVP,” ujar Vinicius kepada para awak media sebelum turnamen tersebut. “Saya di sini untuk membantu Brasil meraih Piala Dunia keenam.”

Vinicius Jadi Motor Serangan Brasil di Piala Dunia

Performa Vinicius sepanjang fase grup sejalan dengan pernyataannya. Ia selalu mencetak gol dalam tiga pertandingan, menjadi ancaman bagi lini belakang lawan melalui kecepatan, pergerakan tanpa bola, dan kemampuannya membuka ruang serangan.

Kontribusi tersebut membuat Vinicius kini mengemban peran yang selama bertahun-tahun identik dengan Neymar, yakni sebagai pemain yang diandalkan untuk menjadi pembeda ketika Brasil menghadapi situasi sulit.

Peran itu juga dibentuk oleh pengalaman pahit di edisi sebelumnya. Vinicius merupakan bagian dari skuad Brasil yang tersingkir melalui adu penalti melawan Kroasia pada Piala Dunia 2022, pengalaman yang menurutnya menjadi pelajaran berharga.

“Piala Dunia berbeda dari semua turnamen yang pernah saya ikuti, dan edisi sebelumnya mengajarkan saya bahwa kami harus bersiap hingga menit akhir pertandingan,” ujar Vinicius. “Kami harus melakukan hal-hal secara berbeda, pelajaran telah dipetik.”

Kini, dengan pengalaman yang lebih matang di level klub maupun tim nasional, Vinicius merasa lebih siap menghadapi tekanan turnamen terbesar sepak bola dunia.

“Saya memainkan lebih banyak laga dan memiliki lebih banyak pengalaman dibandingkan Piala Dunia sebelumnya, dan saya di sini untuk menjalani turnamen yang luar biasa,” tuturnya.

Carlo Ancelotti Maksimalkan Potensi Vinicius

Performa apik Vinicius juga hadir seiring dimulainya era Carlo Ancelotti sebagai pelatih tim nasional Brasil. Setelah bekerja bersama di Real Madrid selama beberapa musim, pelatih asal Italia itu memahami karakter permainan sang penyerang.

Vinicius mengaku mendapatkan kebebasan untuk memainkan peran terbaiknya di lapangan.

“Bermain di bawah arahan Ancelotti terasa spesial karena dia memberikan saya kebebasan untuk melakukan apa yang terbaik bagi saya,” ujar Vinicius. “Saya tidak hanya berbicara tentang mencetak gol, tetapi juga bermain dengan baik. Tidak masalah berapa banyak gol yang saya cetak; yang terpenting adalah tim.”

Ancelotti pun menegaskan bahwa Brasil tidak ingin bergantung pada satu pemain, sekalipun Vinicius sedang tampil gemilang.

“Dia tiba di Piala Dunia dalam kondisi prima,” ujar pelatih tim nasional tersebut. “(Namun), kami tidak berharap ini akan menjadi Piala Dunia-nya Vinicius; kami berharap ini akan menjadi Piala Dunia-nya Brasil.”

Meski kini ikut bersaing dalam perebutan Sepatu Emas bersama Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland, Vinicius memilih menempatkan seluruh ambisinya pada satu tujuan. Baginya, tidak ada pencapaian yang lebih besar daripada membawa Brasil kembali menjadi juara Piala Dunia.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara