Berita Utama

Simon Mantiri: Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab, Keselamatan Kru Jadi Prioritas

Pertamina Group mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung angkutan energi dalam negeri, sehingga kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan energi nasional (Dok: IG PT Pertamina International Shipping)
Pertamina Group mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung angkutan energi dalam negeri, sehingga kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan energi nasional (Dok: IG PT Pertamina International Shipping)

Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri memastikan dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) yang dioperasikan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melewati Selat Hormuz. Meski demikian, seluruh kapal dan kru dilaporkan dalam kondisi aman.

Pertamina menegaskan pasokan energi nasional tetap terjaga. Perusahaan juga melakukan langkah antisipatif melalui diversifikasi sumber minyak mentah serta dukungan armada tanker yang besar untuk memastikan distribusi energi tidak terganggu.

Melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengambil langkah antisipasi menyusul terjebaknya dua kapal milik PIS di kawasan tersebut.

Langkah antisipatif yang dilakukan Pertamina dengan mendiversifikasi sumber pasokan minyak mentah atau crude oil.

“Tapi tentunya untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Dan ini juga tentunya sudah seperti biasa, sumber-sumber kita tidak hanya dari Middle East (Timur Tengah), ada juga dari Afrika, ada dari Amerika, dan berbagai tempat lainnya,” kata Simon di Kantor BPH Migas, Jakarta pada Kamis (12/3/2026).

Adapun kedua kapal yang dimaksud adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Hingga 12 Maret 2026, kedua kapal tersebut masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melewati Selat Hormuz.

Simon menegaskan keselamatan kru menjadi prioritas utama.

“Yang menjadi concern kami yang utama adalah keselamatan para kru dan keselamatan kargo kami,” kata Simon.

Pertamina, menurutnya hingga saat ini terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan kedua kapal dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

“Tentunya kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan pihak terkait lainnya. Kami juga berharap situasi di sana semakin kondusif sehingga kapal-kapal dapat kembali beroperasi dan melewati jalur tersebut dengan baik,” ujarnya.

Untuk diketahui, kapal Pertamina Pride sedang mengangkut kargo minyak mentah (light crude oil) yang diperuntukkan bagi kebutuhan energi nasional. Sementara itu, Gamsunoro melayani pengangkutan kargo milik konsumen pihak ketiga (third party).

Sebelumnya pada 10 Maret 2026, dua kapal lain milik PIS yakni PIS Paragon dan PIS Rinjani yang juga melayani mitra pihak ketiga telah lebih dahulu keluar dari kawasan Timur Tengah, tepatnya dari Teluk Oman tanpa melalui Selat Hormuz.

Pertamina juga memastikan bahwa situasi ini tidak mengganggu pasokan energi nasional. Saat ini Pertamina Group mengoperasikan sebanyak 345 kapal tanker untuk mendukung distribusi energi di dalam negeri.

Dengan armada yang besar tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk tetap “gas pol” menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan distribusi minyak dan energi tetap berjalan normal di seluruh Indonesia.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara