Kopi Kalosi merupakan kopi primadona asal Kabupaten Enrekang.
Karakternya yang membuatnya berbeda dibandingkan Kopi Toraja adalah rasa masam buah yang meninggalkan rasa manis setelahnya.
Biji kopinya memiliki body medium dengan sedikit rasa rempah-rempah.
Varietas ini punya potensi pangsa pasar yang cukup menjanjikan.
Tak heran jika menurut pengakuan Ibu Suryani, wilayah pemasaran produk kopinya saat ini semakin luas.
“Dalam negeri sudah menjangkau Pulau Jawa, Bali, Kalimantan hingga Papua. Selain itu juga kami mulai ekspor kecil-kecilan ke luar negeri seperti Jepang dan Kanada,” ujarnya.
Beberapa pameran dalam negeri yang difasilitasi Pertamina pun pernah diikutinya.
Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII, Hatim Ilwan, mengatakan pihaknya sejak awal sangat mendukung usaha Ibu Suryani dengan Kopi Kalosinya.
Selain memiliki nilai sejarah panjang, jenis kopi yang diolahnya pun berkualitas.
“Kami ingin memperkenalkan lebih luas lagi dan Pertamina ingin menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mendunianya kopi Kalosi,” ujarnya.
Salah satu kontribusinya, masih menurut Hatim, Suryani menjadi salah satu mitra binaan yang kembali mendapatkan bantuan modal usaha lewat Program Kemitraan Pertamina.
“Hari ini Pertamina MOR VII menyalurkan bantuan sebesar Rp 1,1 Milyar bagi 21 orang calon entrepreneur sukses, salah satunya Ibu Suryani,” terang Hatim.
Mereka berasal dari Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Toraja Utara dan Enrekang.
Penyaluran bantuan modal ini, lanjut Hatim, merupakan penanda bergulirnya kembali Program Kemitraan Pertamina di tahun 2020.
“Jumlah bantuan modal yang akan kami salurkan di tahun ini mencapai Rp16 miliar yang terbuka bagi semua pemilik UMKM di Sulawesi,” ujarnya.
Hatim menambahkan bahwa keuntungan yang didapat dari menjadi mitra binaan Pertamina sangat banyak dengan persyaratan yang mudah dipenuhi.
“Penjelasan singkat mengenai Program Kemitraan Pertamina bisa dibaca di website kami www.pertamima.com/id/PKBL,” pungkasnya.
(***/Finda Muhtar)
