MANADO – Pengelolaan sampah di kawasan Wisata Bunaken mulai dikeluhkan warga. Pasalnya, setiap bulan DPTNB telah memberikan uang Rp 8 juta kepada Kelurahan Bunaken untuk mengelola sampah. Namun entah mengapa, sampah tetap terlihat di mana-mana, termasuk di kawasan Liang yang merupakan lokasi paling banyak dijadikan tempat berteduh oleh wisatawan yang ke sana.
”Saya menyayangkan daerah wisata laut yang sudah terkenal di seluruh dunia, tapi pengelolaan kebersihannya tidak bagus. Ini saya keluhkan karena beberapa kali saya membawa wisatawan ke Bunaken, mereka selalu kecewa dengan kebersihan di kawasan pesisir pantai Bunaken maupun bawa lautnya, ”ujar Vera, seorang Pemandu Wisata kepada beritamanado, Selasa (22/02).
Karena itu, Vera berharap DPTNB ataupun instansi pengelola Bunaken lainnya serta Pemko Manado selaku yang mempunyai wilayah memperhatikan kebersihan, dan kenyamanan di kawasan wisata laut Bunaken.
Menanggapi ini Wolter Patonengan, Lurah Bunaken, mengatakan, kalau di Desa Bunaken kebersihannya selalu terjadi. ”Kalau untuk kebersihan di laut Bunaken, itu bukan kewenangan kami, ”ujarnya singkat.(abm)

Memang ndak jelas le kwa…..
Sudah waktunya DPTNB ditutup, karena DPTNB cuma organisasi yang bagus. Tapi administrasi dan managemen nya kacau balau. DPTNB hancur karena kepentingan anggotanya. Contoh anggota TNB banyak menggunakan uang dari DPTNB dgn pertanggung jawaban kabur. LSM (masyarakat, tiap tahun dapa upeti dari DPTNB tanpa pertanggungjawaban). Managemen kantor DPTNB tidak transparan. Jadi menurut saya sudah saatnya DPTNB dibubarkan karena mereka tidak bekerja professional. Kalaupun mereka bilang professional DPTNB tidak tegas. Berikan tanggung jawab itu ke PEMKOT MANADO saja. Hasilnya di Share di 3 kabupaten dan 1 kota