Politik dan Pemerintahan

Pendukung Ngau Ancam Demo, Bupati Harus Turun Tangan

Pendukung Ngau Ancam Demo, Bupati Harus Turun TanganDjody E Ngau, calon Hukum Tua Desa Poigar Satu. Terjadi intervensi pada Pilhut ini, maka kami akan melakukan demo damai. (foto beritamanado)

Poigar—Merasa bahwa Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Poigar Satu Kecamatan Sinonsayang, Senin (14/5) lalu ada indikasi intervensi pejabat tinggi. Dengan demikian, calon Hukum Tua Djody E Ngau mengalami kekalahan dan memenangkan Alexander Tumundo, ST.

Informasi yang dihimpun media ini, usai Pilhut tengah malam terjadi masalah di Desa Poigar Satu. Bahkan, pendukung Djody E Ngau melakukan berbagai tindakan penolakan terhadap Hukum Tua terpilih Alexander Tumundo, ST.

Lebih mencekam lagi, bahwa puluhan pendukung Ngau sudah berteriak-teriak dan meminta pilhut Desa Poigar Satu tidak murni. Sebab, sudah ada intervensi dari pejabat penting di Minsel.

‘’Ya, sebelum Pilhut dilaksanakan. Datang berturut-turut Wakil Ketua DPRD Minsel Jenny Johana Tumbuan, SE. Camat Adrian Sumuweng, Ssos, anggota DPRD Minsel, Karel Lakoy dan Donald Toloh. Lebih mengherankan lagi, bahwa salah satu media cetak di Manado menulis pernyataan Bupati Tetty Paruntu mendukung Alexander Tumundo, ST sebagai Hukum Tua Poigar Satu,’’ kata sejumlah pendukung Djody E Ngau.

Menurut mereka, pernyataan diatas keluar disalah satu media cetak. Dan herannya, berita tersebut keluar pada saat Pilhut dilaksanakan. Yang seharusnya, hal diatas tak bisa terjadi. Masakan seorang bupati, bisa menyatakan demikian.

‘’Jelas kami bertanya-tanya, kenapa Bupati memberi pernyataan seperti itu. Apakah ibu bupati hanya mengurus pilhut Desa Poigar Satu saja,’’ kata mereka.

Djody E Ngau juga mengaku heran, dimana satu hari sebelum pelaksanaan Pilhut, ada Wakil Ketua DPRD Minsel Jenny Johana Tumbuan, SE dan sejumlah anggota DPRD serta Camat Adrian Sumuweng, Ssos datang ke calon Alexander Tumundo.

‘’Kalau ibu dan lainnya mau melihat keadaan Pilhut. Beliau harus berkunjung kedua calon yang ada. Bukan hanya diistimewakan calon satunya seperti Alexander Tumundo. Berarti, sudah ada permainan dalam Pilhut tersebut,’’ tegas Ngau keras.

Merasa kalau Pilhut Desa Poigar Satu tidak murni. Maka, dalam dekat ini pihaknya akan melaksanakan demo ke Kantor Camat Sinonsayang, Pemkab Minsel dan DPRD Minsel.

‘’Ya benar, kami sementara mengumpul pendukungnya. Termasuk mengurus izin supaya tak ada masalah dalam demo damai tersebut. Serta meminta pihak panitia, camat menunda pengusulan pelantikan. Dan meminta Pilhut Desa Poigar Satu diulang kembali,’’ ungkap Ngau keras.

Camat Sinonsayang Adrian Sumuweng, Ssos mengaku malam tadi Desa Poigar Satu panas. ‘’Antara pendukung Djody E Ngau dan Alexander Tumundo, ST melakukan berbagai tindakan. Itu hal biasa, tetapi tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Soal tahapan, panitia sudah melakukan dengan baik. Kalau juga pendukung Djody E Ngau keberatan itu hak mereka. Bahkan, panitia dan pihaknya sudah melaporkan kepada bupati Tetty Paruntu dan pengusulan pelantikan,’’ ungkap Sumuweng. (and)

2 tanggapan untuk “Pendukung Ngau Ancam Demo, Bupati Harus Turun Tangan”

  1. kalu cuma mo bicara intervensi dari pejabat2 penting Minsel,itu kasiang nda pengaruh,memangnya masyarakat poigar 1 buta so kwa,,…..!!!masa mo pilih tu orang yg nd pantas mo pimpin tu kampoeng…!!Mmang kawa so nd pantas b calon kades mo bapaksa iko.!!! so syukur tre rakyat d kase suara…..!!
    yahhk, for Noldi, cari tau dulu dpe asal usul caleg, bRu ba Comment….!!
    jg cma asal2 MALONTOK…!!!

  2. Memang so dari sono-nya ini Djoddy Nga’u tidak siap menerima kekalahan. Yang dia persiapkan hanyalah SIAP MENANG…makanya kalo kalah dia pasti mo marontak. Saya bisa mengungkapkan ini karena memang pada periode yang lalu Djoddy Nga’u ini pernah ikut juga pemilihan HUKUM TUA desa Poigar Satu. Dan kebetulan waktu itu…dia juga kalah !!! Yang djoddy nga’u lakukan adalah memotong pipa untuk pengairan yang ada diperkebunan rakyat Poigar Satu pada saat kalah telak. Jadi inti dari semuanya adalah djoddy nga’u ndak siap kalah dan memang ditakdirkan untuk selalu kalah dalam pemilihan HUKUM TUA.
    HIMBAUAN SAYA KEPADA PAMI !!! Lebik baik PAMI mengusut semua proyek yang pernah turun ke Poigar Satu (ADD, Proyek pengairan rambutan -> katanya proyeknya yang biayai adalah djoddy nga’u makanya ketika kalah dia yg potong pipa2nya. ITU skali lg adalah uang negara, dan selanjutnya).
    Noldy / PAMI…kalau saudara gentle…saudara usut kasus2 ini…!!!

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara