
Manado, BeritaManado.com — Pasca kenaikan harga BBM, sejumlah sektor perlu segera beradaptasi, diantaranya angkutan umum.
Salah satu yang paling berdampak yaitu angkot atau di Manado disebut mikro.
Selain harus mengeluarkan biaya operasional lebih, selama 3 hari ini, penumpang juga berkurang.
Sama donal tulas. Kerja sehari hari sopir angkot. Kota terus melihat kenaikan bbm seperti apa jadi kenaikan dari m.
“Dari segi keuangan semakin merosot karena penumpang berkurang,” ujar Donal Tulas, salah satu sopir mikro kepada BeritaManado.com, Rabu (7/9/2022).

Donal pun berharap, sambil menunggu kenaikan tarif angkot yang resmi, para pemilik kendaraan mikro belum akan menaikkan harga setoran.
Donal mengatakan, setoran mikro per hari saat ini Rp135 ribu, belum termasuk ongkos BBM dan makan.
Dengan naikknya harga BBM, para sopir pun kewalahan untuk mendapatkan untung.
“Ya susah mau dapat gaji 100 (Rp100 ribu). Tadi malam saja kita sampai jam 10 malam cuma Rp75 ribu lagi,” kata Donal.
Angka tersebut didapatnya dengan tarif normal untuk dewasa Rp5 ribu dan anak sekolah Rp3 ribu.
Itu sebabnya, kenaikan setoran mikro diharapkan jangan dulu naik sebelum tarif angkot baru resmi digunakan.
“Anak sekolah Rp5 ribu lah. Kasihan juga masih sekolah. Kalau penumpang biasa ya terserah dari keputusan pemerintah,” kata Donal.
(srisurya)
