
Ketua Umum BKPRMI Kota Bitung, Ranang Ranti membagikan segelas air putih, wujud Toleransi Antar Umat Beragama.
Penulis: Syarif Umar l Bitung
Semangat toleransi antar umat beragama kembali ditunjukkan generasi muda di Kota Bitung. Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Kota Bitung melalui Ketua Umum Ranang Ranti, bersama Brigade Masjid Muhajirin Tatangindatu dan Muhamad Fajrin, turut ambil bagian dalam kegiatan Selebrasi Paskah Remaja Sinode GMIM.
Dalam kegiatan tersebut, para pemuda Muslim ini menginisiasi gerakan sosial bertajuk “Segelas Air Putih, Wujud Toleransi Antar Umat Beragama” dengan membagikan air minum kepada para peserta selebrasi yang didominasi remaja GMIM.
Aksi sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol kuat persaudaraan lintas iman di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung. Para relawan terlihat antusias melayani peserta dengan penuh keikhlasan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan harmonis.
Ketua Umum BKPRMI Kota Bitung, Ranang Ranti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meneguhkan nilai-nilai toleransi antar umat beragama, terutama di kalangan pemuda dan remaja sebagai generasi penerus bangsa.
“Melalui aksi kecil ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling membantu dan berbagi. Justru di situlah letak kekuatan kita sebagai bangsa yang majemuk,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk membangun hubungan yang harmonis antar umat beragama.
Partisipasi aktif pemuda remaja masjid dalam kegiatan keagamaan lintas iman ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena dinilai mampu mempererat persatuan serta memperkuat semangat kebhinekaan di tengah masyarakat.
Kegiatan Selebrasi Paskah Remaja Sinode GMIM sendiri menjadi momentum penting tidak hanya dalam memperkuat iman, tetapi juga sebagai ruang mempererat tali persaudaraan antar sesama, tanpa memandang perbedaan latar belakang agama.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, diharapkan nilai toleransi dan persatuan di Kota Bitung akan semakin kokoh, serta menjadi contoh positif bagi daerah lain di Indonesia.
