
MANADO – Aksi penyerangan yang dilakukan sekelompok massa yang mengaku Front Pembela Islam (FPI) terhadap ratusan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) saat beribadah di Bekasi Timur, Minggu (08/08) kemarin, mendapat kecaman beberapa pimpinan pemuda Gereja di Sulut.
Menurut Ketua Pemuda KGPM, Pnt Steven Lintong ST, aksi penyerangan FPI kepada jemaat yang sedang beribadah adalah pelanggaran serius dan sangat menodai asas kebebasan beragama di Indonesia.
“Negara ini menjamin kebebasan untuk memeluk agama dan keyakinan sesuai Pancasila sila pertama. Indahnya negara ini karena keberagaman suku dan agama. Saat ini ada kelompok tertentu yang ingin merusak Bhinneka Tunggal Ika. Ini tidak boleh dibiarkan!” ujar Lintong kepada beritamanado, Senin (09/08) pagi.
Sementara Ketua Pemuda GMIM, Pnt Billy Lombok, menyoroti kinerja aparat kepolisian yang tidak bisa mengamankan jemaat HKBP yang sedang beribadah.
“Aparat kepolisian terkesan membiarkan aksi anarkis FPI yang menyerang jemaat HKBP. Aksi anarkis ini harus diusut tuntas oleh pihak kepolisian,” tegas Lombok.
Kedua tokoh pemuda ini berpendapat sama, pemerintah lambat menyelesaikan setiap persoalan yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu yang mengganggu bahkan mengancam keselamatan jemaat gereja. (JRY)
