Bisnis dan Ekonomi

Pemprov Sulut Siapkan 4.000 Hektar Lahan Pertanian dan Perkuat Irigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026

Pemprov Sulut Siapkan 4.000 Hektar Lahan Pertanian dan Perkuat Irigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026
Reza Dotulong

Penulis: Sri Surya | Manado

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memastikan langkah mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang tahun 2026 melalui penguatan sektor pertanian dan infrastruktur irigasi.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sulut, Reza AW Dotulong, mengatakan pemerintah daerah telah menindaklanjuti prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi musim kemarau yang lebih panjang pada tahun 2026.

Menurut Reza, pemerintah provinsi menjalankan langkah koordinasi lintas sektor bersama pemerintah kabupaten/kota serta pemerintah pusat guna memastikan kesiapan sektor pertanian menghadapi dampak perubahan iklim.

“Pemerintah provinsi tentunya menjalankan fungsi kewenangan dengan berkoordinasi bersama kabupaten/kota serta pemerintah pusat untuk menindaklanjuti publikasi BMKG terkait potensi kemarau panjang tahun 2026,” ujar Reza, Rabu (1/4/2026).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyiapan kawasan pertanian dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Utara yang baru saja disahkan.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah provinsi menetapkan sekitar 4.000 hektar lahan sebagai kawasan pertanian guna menjaga ketahanan pangan daerah.

“Di dalam RTRW yang baru disahkan, pemerintah provinsi menyiapkan sekitar 4.000 hektar lahan untuk mendukung sektor pertanian,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong langkah mitigasi melalui penguatan jaringan irigasi, optimalisasi waduk yang telah dibangun, serta penerapan skema pompanisasi guna memastikan ketersediaan air selama musim kemarau.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pembahasan rutin dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pengendalian inflasi, yang turut membahas kesiapan sektor pangan menghadapi potensi gangguan produksi.

“Langkah mitigasi dilakukan melalui kesiapan jaringan irigasi, pemanfaatan waduk, serta pompanisasi sesuai arahan pemerintah pusat,” tambah Reza.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap langkah antisipasi ini mampu menjaga stabilitas produksi pertanian serta meminimalkan dampak kemarau panjang terhadap ketersediaan pangan di daerah.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara