
Manado, BeritaManado.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Bencana Senin (8/12/2025) di Lapangan Kantor Gubernur.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Yulius Selvanus dan diikuti ratusan personel dari berbagai instansi yang menangani penanggulangan bencana.

Barisan pasukan dan peralatan taktis tampak tersusun rapi memenuhi lapangan, mulai dari kendaraan evakuasi, perlengkapan SAR, hingga peralatan komunikasi.
Penampilan kesiapan ini menjadi wujud komitmen daerah menghadapi risiko bencana yang cenderung meningkat.

Dalam amanatnya, Gubernur Yulius menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang semakin ekstrem menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh unsur pemerintah, termasuk peningkatan koordinasi dan ketelitian dalam memeriksa kelengkapan peralatan serta kesiapan sumber daya manusia.
“Kita diajarkan untuk selalu bersiap sebelum bencana datang. Oleh karena itu, seluruh komponen harus mampu mengantisipasi berbagai situasi, terlebih dalam kondisi cuaca yang kini tidak menentu, baik secara nasional maupun global,” ungkap Gubernur Yulius.

Ia menegaskan bahwa kesiapan teknis maupun operasional merupakan kunci agar respon terhadap keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Gubernur turut meminta seluruh instansi terkait meningkatkan patroli dan kewaspadaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, terutama terhadap potensi banjir dan longsor yang kerap terjadi pada periode tersebut.

Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi disertai tingginya mobilitas masyarakat pada akhir tahun menjadikan upaya mitigasi harus dilakukan lebih terencana dan terpadu.
“Selamat bertugas. Tuhan menyertai pengabdian kita. Semoga cuaca ekstrem serta perayaan Natal dan Tahun Baru dapat kita lewati dengan aman dan tertib,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Sekretaris Provinsi Tahlis Galang, serta unsur pimpinan dari TNI, Polri, Basarnas, Bakamla, BPBD, dan berbagai lembaga pendukung lainnya.
Masing-masing instansi menampilkan kesiapan personel, peralatan operasional, serta unit pendukung penanggulangan bencana.
(Jhonli Kaletuang)
