Tahuna – Pelaksanaan perkemahan raya Pemuda/Remaja Kerukunan Gereja Masehi Protestan Indonesia (KGMPI) se-Sinode dibuka oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Drs Hironimus Rompas Makagansa, MSi yang diwakili oleh Kaban Kesbangpoil Sangihe Drs Teinmart Kawasa. Sabtu, (26/7/2014) sore menjelang malam ini.
Dalam sambutannya Bupati Kepulauan Sangihe yang dibacakan oleh Kawasa mengatakan ada tiga identitas dari pemuda yaitu, perubahan, semangat dan kemandirian.
“Sebagai pemimpin pemerintah di daerah ini memandang penting dan strategis kegiatan ini dimana para pemuda akan dilatih untuk mengenal jati dirinya, demi pembangunan kualitas iman gerejawi,” kata Kawasa.
Dirinya juga Mengajak pemuda/remaja peserta se-Sinode KGMPI tahun 2014 agar mengikuti kegiatan perkemahan ini dengan serius dan sungguh-sungguh sehingga apa yang didapat bisa diaplikasikan dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat.
“Sebagai pimpinan di Kepulauan Sangihe saya mengajak semua peserta agar bisa mengikuti kegiatan ini dengan serius,” kata Kawasa.
Ibadah acara pembukaan dipimpin oleh Pdt A. Gabus Salawe, STh serta sambutan oleh ketua Sinode KGMPI Pendeta C.M Kantale, STh.
Ketua Panitia R.R Barakati dalam penyampaian laporannya menjelaskan Jumlah peserta kurang lebih 400an Pemuda/Remaja dari 50 Gereja yang ada di wilayah Sulut dan Gorontalo.
“Perkemahan Pemuda/Remaja KGMPI se-Sinode ke-5 ini diikuti oleh 80 % dari jumlah gerja yang ada di 17 wilayah,” ungkap Kantale.(Gun)

Dalam II Timotius 4:16, Paulus menasihatkan dan mendorong Timotius, yang berusia muda saat itu, agar memperlihatkan suatu pola hidup yang berkualitas sehingga tidak ada seorangpun menganggap ia rendah karena ia muda.
Paulus dalam Roma 12:2, menyatakan agar kita jangan serupa dengan dunia ini; tetapi kita diutus oleh Kristus ke dalam dunia untuk menjadi saksiNya yang hidup. Oleh sebab itu, sebagai pemuda-pemudi Kristen, kita tidak memisahkan diri dari dunia tetapi mengikutsertakan diri dalam usaha Allah untuk mendatangkan Syalom, damai sejahtera. Lingkungan kehidupan kita senantiasa berubah. Perubahan itu memberikan tantangan pelayanan dan kesaksian yang baru kepada kita. GBU