BITUNG—Kinerja PLN Ranting Kota Bitung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar dipertanyakan. Buktinya, disaat masyarakat Kota Bitung sementara merayakan pergantian tahun Sabtu (31/12) malam, sekitar pukul 00.21 Wita, pihak PLN melakukan pemadaman tanpa alasan yang jelas.
Akibatnya, sebagian wilayah Kota Bitung mengalami kegelapan kurang lebih satu jam penuh. “Pihak PLN benar-benar keterlaluan. Bukan hanya dihari-hari biasa melakukan pemadaman, namun dihari penting seperti ibadah Natal bahkan malam pergantian tahun mereka tetap melakukan pemadaman tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” kata salah satu warga Madidir Ure, Sunarto Abas.
Abas sendiri mengaku sangat kecewa dengan pelayanan PLN Ranting Kota Bitung yang tidak pernah melakukan pembenahan. Malah semakin hari semakin buruk, karena menurutnya, bukan hanya aksi pemadaman, tapi kini tagihan membengkak juga mulai dirasakan para pelanggan.
“Terlambat sedikit membayar tagihan, meteran langsung digunting, tapi pelayanan tidak pernah diperbaiki. Seperti malam pergantian tahun yang harusnya pihak PLN bisa memberikan pelayanan sedikit maksimal agar tidak ada pemadaman,” katanya dengan nada kecewa.
Pemadaman lampu ini sendiri dilakukan PLN Ranting Kota Bitung di wilayah pusat Kota Bitung hingga ke wilayah Madidir yang notabene merupakan salah satu titik kosentrasi warga merayakan pergantian tahun. Mengingat di lokasi pusat Kota dan wilayah-wilayah lainnya, seperti Lapangan Maesa, Kantor Walikota Bitung dan wilayah Pelabuhan setiap tahunnya menjadi tempat favorit warga merayakan pergantian tahun. Namun sayangnya susana tersebut harus terganggu dengan aksi pemadaman lampu dari pihak PLN Ranting Kota Bitung.
Sementara itu, Kepala Ranting PLN Kota Bitung, Alfons Salindeho yang coba dikonfirmasi via telepon tidak membuahkan hasil. Kendati ponsel milik Salindeho terdengar nada sambung namun ia enggan untuk menjawab. Demikian pula ketika coba dikonfirnasi via pesan singkat atau SMS, ia tetap tidak membalas.(en)
