
Editor: Sri Surya
Pelindo Regional 4 mencatat pertumbuhan di sejumlah indikator operasional sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Kinerja tersebut terlihat dari arus penumpang yang meningkat 12,9 persen secara tahunan menjadi 6,02 juta orang dari sebelumnya 5,33 juta orang.
Pertumbuhan juga terjadi pada trafik kapal berdasarkan gross tonnage (GT), yang naik 5,3 persen menjadi 294,82 juta GT dari 279,99 juta GT pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah kunjungan kapal turut bertambah 2,4 persen, dari 78.172 unit menjadi 80.023 unit.
Kinerja positif itu berdampak pada pergerakan barang dan mobilitas masyarakat di wilayah kerja Regional 4.
Arus peti kemas meningkat 3,9 persen menjadi 1,70 juta TEUs dari 1,64 juta TEUs, sedangkan berdasarkan satuan boks tumbuh 3,7 persen dari 1,38 juta menjadi 1,43 juta boks.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis mengatakan, pertumbuhan tersebut memperlihatkan aktivitas pelabuhan di kawasan timur Indonesia tetap berjalan di tengah dinamika perdagangan dan distribusi barang.
“Pertumbuhan trafik kapal, peti kemas, dan penumpang hingga Agustus 2026 mencerminkan peran pelabuhan yang terus menguat dalam mendukung konektivitas serta mobilitas masyarakat dan barang di wilayah kerja Regional 4,” kata Abdul Azis.
Pertumbuhan trafik kapal Pelindo Regional 4
Abdul Azis menjelaskan, Pelindo Regional 4 menjaga keandalan layanan melalui koordinasi operasional, optimalisasi fasilitas, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.
Capaian tersebut juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia untuk memperkuat konsistensi layanan dan keandalan operasional dalam menjaga kelancaran logistik serta perdagangan nasional.
“Setiap cabang memiliki karakteristik dan potensi komoditas yang berbeda. Karena itu, kami terus mendorong cabang agar responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa dan mampu menangkap peluang pertumbuhan trafik di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Untuk trafik kapal berdasarkan GT, Pelabuhan Ternate menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 302,3 persen, dari 3,68 juta GT menjadi 14,79 juta GT.
Berikutnya Pantoloan tumbuh 20 persen, Samarinda 14,1 persen, Merauke 12,4 persen, dan Bontang 10,4 persen.
Pertumbuhan trafik peti kemas tertinggi tercatat di TPK New Makassar atau Makassar New Port (MNP), sebesar 24,2 persen menjadi 317.219 TEUs dari 255.378 TEUs.
Parepare tumbuh 16,3 persen, Kendari 15,7 persen, Jayapura 11,2 persen, dan Merauke 10,6 persen.
Barang dan penumpang ikut bertumbuh
Pada barang nonpetikemas, Pelabuhan Manado mencatat kenaikan tertinggi sebesar 171,2 persen, dari 53.660 ton menjadi 145.532 ton.
Selanjutnya Jayapura tumbuh 101,3 persen, Samarinda 93,4 persen, Parepare 28 persen, dan Makassar 4,6 persen.
Sementara itu, Pelabuhan Kendari membukukan pertumbuhan penumpang tertinggi, yakni 34,5 persen dari 367.326 orang menjadi 494.119 orang.
Ambon tumbuh 18,9 persen, Parepare 17,8 persen, Balikpapan 12,6 persen, dan Makassar 9,8 persen.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang mengatakan, peningkatan tersebut dipengaruhi pembukaan rute, tambahan layanan pelayaran, kenaikan aktivitas komoditas unggulan, serta mobilitas masyarakat pada periode hari besar keagamaan.
“Penguatan trafik terjadi dengan pendorong yang berbeda di setiap pelabuhan. Ada cabang yang tumbuh karena tambahan layanan peti kemas, peningkatan kegiatan batu bara dan general cargo, serta pembukaan rute penumpang baru,” kata Yusida.
Ia menambahkan, perseroan masih mencermati sejumlah indikator yang belum mencapai sasaran, terutama trafik barang nonpetikemas dan aktivitas peti kemas di beberapa cabang.
“Kami terus berkoordinasi dengan pengguna jasa, perusahaan pelayaran, dan pemangku kepentingan daerah untuk mengoptimalkan potensi muatan serta menjaga kelancaran pelayanan kapal dan barang hingga akhir tahun,” tutup Yusida.
Dengan pertumbuhan di berbagai indikator tersebut, Pelindo Regional 4 terus menjaga momentum operasional pelabuhan hingga akhir 2026. (***)
