
Minsel, BeritaManado.com – Kasus penganiayaan terhadap korban Benyamin Pangkey (49) Warga Desa Pukuure Tiga Kecamatan Tenga yang sempat menggemparkan warga Minahasa Selatan akhirnya terungkap.
Diketahui Peristiwa penganiayaan sadis terjadi di halte Desa Pakuweru, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), pada Selasa (21/09/2021) sekira pkl. 17.00 wita.
Terungkapnya modus pelaku penganiayaan berat tersebut dikarenakan dendam lama yang dipendam oleh pelaku berinisial OK alias Panjul (47), warga Desa Pakuure Dua, Kecamatan Tenga.
Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara saat menggelar press converence di Mapolres Minsel, Kamis (23/9/2021).
“Pelaku mengungkapkan kalau sekira delapan tahun lalu, dirinya sempat dianiaya oleh korban menggunakan senjata tajam. Kemudian saat pelaku melihat korban kembali, spontan pelaku langsung mengambil parang dan langsung menganiaya korban hingga kedua tangan korban putus,” bebernya.
Pelaku pun akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian sehari setelah kejadian.
“Pelaku menyerahkan diri di Polda Sulut sebelum akhirnya digiring ke Mapolres Minsel untuk diproses hukum,” ujar Gumara.
Meski korban masih bisa diselamatkan, namun dari penganiayaan tersebut, korban mengalami luka bacok di hampir seluruh bagian tubuh.
Bahkan, kedua tangan korban sampai putus alias mutiliasi karena dibacok pelaku dan korban dianiaya menggunakan barang tajam jenis cakram oleh tersangka.
Kasat menambahkan, dari keterangan sejumlah saksi, kronologis kejadian berawal saat korban sedang menunggu penumpang di halte tersebut.
“Kemudian pelaku melintas, sempat ada percakapan singkat lalu tiba-tiba pelaku langsung menghampiri korban dengan senjata tajam dan langsung menganiaya korban dengan cukup sadis. Kedua tangan korban bahkan sampai putus dibuat pelaku, setelahnya pelaku melarikan diri meninggalkan korban tergeletak di lantai halte,” jelasnya.
Setelah mendapatkan laporan, tim Polsek Tenga yang langsung mendatangi lokasi kejadian dan segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Kalooran untuk mendapatkan perawatan medis.
“Sampai saat ini, informasi keluarga, korban masih mendapatkan perawatan intensif dan dioperasi,” tukasnya.
(RonaldKalalo)
