Politik dan Pemerintahan

PDIP Sebut Sayang Joko Widodo, Tapi Tegaskan Lebih Cinta Negeri

PDIP Sebut Sayang Joko Widodo, Tapi Tegaskan Lebih Cinta Negeri
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri (tengah) memberikan salam bersama Presiden Joko Widodo (kiri) dan Bakal Capres Ganjar Pranowo (kanan) saat berlangsungnya Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (6/6/2023). Rakernas PDI Perjuangan yang berlangsung 6-8 Juni 2023 itu mengangkat tema fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

Jakarta, BeritaManado.com — Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut bahwa partainya tetap menyayangi Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Tapi, melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com, Hasto menegaskan bahwa kecintaan PDIP terhadap negeri di atas segalanya.

“Kami tetap sayang dengan Pak Jokowi, tapi bagaimanapun juga cinta pada negeri di atas segalanya,” di sela acara Rakorda PDIP Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/11/2023).

Sebab itu, kata Hasto, PDIP tidak akan pernah melakukan hal yang bertentangan dengan konstitusi.

Semisal, kata dia, menyetujui terkait perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode.

Pasalnya, isu penolakan PDIP atas usulan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode ini diduga menjadi salah satu pemicu retaknya hubungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jokowi.

“Kami tidak mungkin melakukan hal-hal yang bertentangan dengan konstitusi seperti perpanjangan masa jabatan atau presiden tiga periode dengan segala manifestasinya,” ungkapnya.

Hasto lantas menegaskan bahwa PDIP saat ini fokus memenangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024.

“Kami menjalankan tugas-tugas kami sebaik-baiknya dan memenangkan Pak Ganjar-Prof Mahfud MD dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Dugaan Pelanggaran Kode Etik MK

Di sisi lain, terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Hasto menyerahkan sepenuhnya kepada Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK).

Sebelumnya, MK dalam memutuskan gugatan terkait batas minimal usia capres-cawapres diduga terjadi pelanggaran kode etik.

Hal inilah yang menyebabkan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, lolos sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Sementara Hasto menilai,banyaknya protes dari berbagai kalangan terhadap MK menunjukkan adanya keresahan rakyat yang tidak mau hukum diobrak-abrik.

Apalagi, ini dilakukan demi kepentingan dan hasrat kekuasaan yang membabi buta.

Hasto yakin bahwa Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie merupakan seorang negarawan yang mampu memberi keputusan yang adil.

“Kami percayakan kepada Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi. Percaya kepada kenegarawanan Prof Jimly,” katanya.

(jenlywenur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara