Berita Utama

3 Tahun Diabaikan, PDIP Mulai Akui Rhamdani

Benny Rhamdani pada satu kesempatan kunjungan langsung lapangan (foto beritamanado)
Benny Rhamdani pada satu kesempatan kunjungan lapangan (foto beritamanado)

Manado – Kualitas Benny Rhamdani sebagai wakil rakyat tak diragukan. Sangat vokal menyuarakan aspirasi masyrakat kecil tampaknya sesuai dengan filosofi PDI-Perjuangan sebagai partainya wong cilik. Meskipun demikian, keberadaan Rhamdani sebagai kader PDIP seperti ‘diabaikan’. Setidaknya pada 3 tahun terakhir semenjak 2010. Oleh Fraksi PDIP Rhamdani selalu ditolak untuk duduk sebagai pimpinan alat kelengkapan dewan. Bahkan posisi anggota Pansus-pun tak pernah lagi dirasakan legislator dapil Bolmong Raya ini.

Rabu, 22 Mei 2013 tampaknya menjadi titik balik Rhamdani untuk diakui kembali sebagai kader PDI-Perjuangan. Tak terduga, Brani, panggilan akrab anggota Deprov 3 periode ini, dimasukkan sebagai anggota Pansus Pemekaran mewakili Fraksi PDI-Perjuangan.

Masuknya Rhamdani sebagai anggota Pansus tak lepas dari peran Steven Kandouw, anggota Fraksi PDIP yang juga ketua komisi 2. “Sebagai salah-satu pelopor pemekaran di Sulawesi Utara terutama pemekaran Bolmong Raya dan beberapa kabupaten/kota di Bolmong, Brani layak masuk sebagai anggota Pansus Pemekaran,” ujar Kandouw kepada wartawan diselah paripurna pembentukan Pansus KEK dan Pansus Pemekaran di DPRD Sulut, Rabu (22/5) sore.

Rhamdani sendiri ketika dimintai tanggapan terkait dirinya masuk sebagai anggota Pansus Pemekaran usulan PDI-Perjuangan tidak mau berkomentar banyak. “Ya, saya dipercayakan masuk Pansus. Diusulkan pak Steven dan diterima ketua fraksi,” singkat Rhamdani. (Jerry)

2 tanggapan untuk “3 Tahun Diabaikan, PDIP Mulai Akui Rhamdani”

  1. Mari kita lihat ‘Sepak Terjang’ Pak Brani di Pansus ini…. Seorang kader yang sangat Brani melakukan sesuatu yang berbeda.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara