
Langowan, BeritaManado.com — Pasokan air untuk kebutuhan para petani padi sawah di Desa Wolaang Kecamatan Langowan Timur kini tidak lagi mengkhawatirkan.
Pasalnya, selama beberapa bulan terakhir ini para petani sempat merasa khawatir, karena padi yang ditanam terancam gagal panen lantaran musim kemarau yang panjang.
Perjuangan para petani yang terus berdoa dan berharap agar aegera turun hujan, akhirnya terjawab.
Memasuki pertengahan bulan Oktober 2019 ini, tanda-tanda bakal turun hujan akhirnya bisa dirasakan warga masyarakat.
Meskipun beberapa kali hanya hujan gerimis, akan tetapi hal itu sudah cukup menggembirakan para petani yang sehari-harinya menggarap sawah.

Baru kurang lebih dua pekan terakhir, hujan dengan intensitas tinggi membasahi sawah, ladang maupun tanah pekarangan rumah warga.
Pantauan BeritaManado.com, Minggu (27/10/2019) siang, aliran air sawah terlihat mulai lancar dan deras mengalir masuk ke setiap petak sawah para petani.
Hal ini disyukuri salah satu petani di Desa Wolaang Frangki Manopo, yang merasa bahwa hujan yang turun pada dua pekan terakhir ini semata-mata karena berkat Tuhan.
“Saya dan para petani di Desa Wolaang lainnya merasa sangat senang dan bersyukur bisa menikmati hujan yang turun membasahi sawah kami,” ungkapnya.
Pada kesempatan lainnya, Hukum Tua Desa Wolaang Audy Wungkar, kepada BeritaManado.com mengatakan bahwa pihaknya juga turut merasa bersyukur atas datangnya musim hujan.
“Selayaknya hal ini disyukuri oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Wolaang. Khusus bagi para petani, marilah memanfaatkan air yang ada untuk kebutuhan menanam kita di sawah masing-masing,” kata Wungkar.
(Frangki Wullur)
