Bupati Tetty Paruntu, juga prihatin dengan peristiwa yang menimpa Lindy Melissa Pandoh, PNS Minsel.
AMURANG – Bupati Minahsa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu memintakan pihak penegak hukum yang kini mengusut kematian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pariwisata Minsel, Lindy Melissa Pandoh. Menurutnya, pembunuhan sekaligus pemerkosaan yang diduga kuat dilakukan WW alias Wensy adalah perilaku bejat dan terkutuk. Jadi, sudah sepantasnya jika terbukti harus dihukum berat, sesuai hukum yang berlaku di negara ini. Demikian disampaikan Bupati Minsel Christiany Eugenia Tetty Paruntu, melalui Jubir Pemkab Minsel Alvons Sumenge.
“Pemkan Minsel menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini. Dan memang jika Wensy terbukti melakukan pembunuhan terhadap Lindy, maka harus ditegakan hukum yang berlaku. Ini juga menjadi peringatan bagi PNS Minsel khususnya wanita agar berhati-hati. Sebab tidak ada salahnya meningkatkan kewaspadaan akan kejadian ini,” pesanya.
Lanjutnya, atas nama pemerintah Kabupaten Minsel mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. ‘’Semoga Tuhan memberikan kekuatan atas musibah yang menimpah keluarga Lindy. Serahkan semua persoalan kepada Tuhan dan yakinlah selalu Tuhan memberikan yang terbaik, ‘’pungkas Paruntu. (and)


.
..HUKUM SEBERAT-BERATNYA…KALO PENJARA 5 TAHUN ..POTONG REMISI..HARI RAYA..BERKELAKUAN BAIK ..DLL…PALING CUMA 1 TAHUN SO KALUAR DIA…
.
..PEMBUNUHAN DAN PEMERKOSAAN BEGINI ..APALAGI SO DENGAN PERENCANAAN….SO PALING PANTAS
..
…HUKUM MATI…
.
…PELAKU KEJAHATAN SEKARANG SO TALALU BANYAK ALASAN …SO TALALU PAMBAE TORANG DENGAN HAL-HAL BAGINI…SO NYANDA MEMPAN KALO CUMA MO PENJARA…DLL
.
..
cantiknya mam ini….
Salut atas sikap Ibu Bupati yang mengutuk pemerkosaan dan pembunuhan sadis….lebih prihatin lagi karena sadisme itu dilakukan oleh seorang anggota POL PP…..ini berarti Pemkab Minsel khususnya dan semua institusi perlu melakukan “screening” yang ketat dalam penerimaan POL PP khsusnya, CPNS umunya…..tidak cukup melihat ijazah, harus “firt and proper test” termasuk test “psychologis”, kepribadian. p[ersonality, ..dan kompetensi, karena sekarang kan banya “ijasah” yang bisa dibeli?…Makanya, implementasikan Program Pendidikan Bercharacter, bangun ekonomi yang beradab, bukan ekonomi yang memunculkan berbagai kebiadaban karena “kejiwaan” yang sudah didominasi oleh “consumerisme”/materialisme”, didominasi oleh “uang” dan berbuat apa saja demi “uang”….kita semua perlu introspeksi siapakah “masyarakat sulut”, khususnya Minsel ini?….pasti tidak boleh menggenberalisir…hanya saja, sesuai himbauan Ibu Bupati…perlu Waspada Wanita2 ini…tapi bukan hanya mereka yang perlu Waspada, Para Pejabat juga dan kita semua kan…Pengawal Peradaban….Syalom.