Berita Utama

Pakar Tata Kota : Manado Belum Nyaman

Pakar Tata Kota : Manado Belum Nyaman
Jalan Rusak Samping Rex Mundi Menambah Ketidaknyamanan Warga (Foto Beritamanado)

MANADO – Kota Manado dinilai para pakar tata-kota belum nyaman. Pasalnya sejumlah ruang publik untuk mengekspresikan diri ataupun ruang terbuka hijau belum tersedia.

Pakar Tata Kota : Manado Belum Nyaman
Pakar Tata Kota, Dr. Ir Veronica Kumurur MSi (Foto Beritamanado)

Hal ini diutarakan Dr. Ir. Veronica A. Kumurur, MSi, selaku ketua program studi PWK jurusan Arsitektur Teknik Unsrat kepada beritamanado, Rabu (16/02). Dia banyak menyoroti persoalan trotoar, lahan terbuka hijau dan tempat umum di Kota Manado yang amburadul.

“Trotoar Kota Manado sering salah pemanfaatannya, dinas tata kota seharusnya lebih teliti dalam mengeluarkan izin ataupun menertibkan pihak-pihak yang memanfaatkan trotoar demi kepentingan pribadi, ditambah lagi tidak adanya ruang publik yang bisa dimanfaatkan bagi anak muda ataupun ruang terbuka hijau guna menyejukkan kota,” pungkas Veronica. (mois)

10 tanggapan untuk “Pakar Tata Kota : Manado Belum Nyaman”

  1. Mau apa lei kita so terlanjur invest karena kenyamanan tiga tahun lalu ke belakang..skarang? Pindah kota laeng jo kita ke Balikpapan..Pastiu deng Manado so macet deng oto deng PNS..

  2. Mslh kenyamanan,keindahan kota mdo sgt jauh dr harapan. Mnrt sy para penentu kebijakan perlu melihat contoh kota2 lain yg indah nyaman dr smua aspek dan jika akan diterapkan dimdo tentunya dilibatkan para pakar
    Tata kota, pneliti dll. Sy liat bandingannya kota balikpapan, lampung,palembang dll. Trims

  3. “Manado Belum Nyaman”
    Betul apa yang disampaikan Enci Vero dalam tulisan…
    Saya sangat mendukung. Mungkin perlu di kaji lagi supaya lebih fokus dalam penanganan masalah permukiman serta penataan ruang hijau.
    Menurut saya, Pemerintah Kota Manado tidak perlu mengadakan studi banding ke luar daerah, tetapi dana yang ada di maksimalkan saja dengan mengundang pakar2 Tata Kota yang ada di Manado untuk bersama melakukan kajian dan workshop membahas pembangunan Kota Manado untuk mendapatkan umpan balik yang positif bagi Penataan Kawasan Hijau. Semoga secepatnya terwujud Kota Manado yang Hijau… Sukses untuk “Green Manado City”. Trims.

  4. “manado belum nyaman”
    berangkat dari judul di atas, ketidak nyamanan kota manado bukan hanya terlihat dari aspek lingkungan/fisik kotanya, dari aspek sosial ekonomi (ekonomi kerakyatan) jga terlihat belum “nyaman” begitu jga dengan Aspek Sosialnya..
    Selain itu Kekuatan “regulasi” sangat dibutuhkan jga..
    So siapkah Pemkot kita, Klangan Akademisis & Profesional untuk bahu membahu dalam rangka mewujudkan Kota Manado Kota yg Nyaman..

  5. Slamat pagi, saya lagi menulis tesis tentang perlindungan konsumen perumahan RS atas pemenuhan sarana dan prasarana perumahan di manado, saya melihat byk perumahan di manado tidak memiliki saran dan prasarana yg baik, apa saya bisa dpt data dari ibu Dr Ir Veronica Kumurur? trims atas bantuannya!

  6. @Dr. Ir. Veronica Kumurur : Terima kasih banya Enci, senior kami, tidak bermaksud menggurui tetapi sebagai tambahan saja, konsep-konsep pencerahan, ‘oleh-oleh’ untuk masyarakat sulawesi utara yang kita cintai. Terima kasih atas saran yang diarahkan untuk sebuah novelty. Be blessed..sitou timou tumou tou…viva academia….

  7. 1. Kajian yg ideal sekali
    2. Kemauan pemimpin wilayah/kota sangat dibutuhkan
    3. Paling tidak kita sdh melakukan tugas dari Maha Pencipta sebagai manusia dgn filosofi STTT
    4. Sudah menjadi investor bagi keberlanjutan tanah Minahasa bagi anak-cucu kita
    5. Lanjutkan ke temuan/novelty dari penelitian (disertasi) yg sedang dibuat

  8. ABSTRACT

    Lingkup penataan ruang
    1. Perencanaan tata ruang
    2. Pemanfaatan ruang
    3. Pengendalian ruang

    Hierarki rencana tata ruang
    1. Rencana umum tata ruang kota (RUTRK)
    2. Rencana detail tata ruang kota (RDTRK)
    3. Rencana teknik ruang kota (RTRK)
    Konsep pendekatan perencanaan:
    1. Pendekatan perencanaan rasional menyeluruh (ratonal comprehensive approach)
    2. Pedekatan perencanaan terpilah (disjointed incremental planning approach)
    3. Pendekatan mixed scanning

    Pengembangan Teori Perencanaan Tata Ruang
    1. Deskriptif
    – evolusi kota dan pemukiman-fenomena dan perkembangan kota
    – konsep tata ruang klasik (central place theory, city structure theory)

    2. Perspektif
    – reformis-revolusioner-incremental-peremajaan kota
    – utopis-radikal-holistik-kota ideal

    Prosedur Standar Perencanaan Kota :
    1. Struktur wilayah (SW)
    2. Rencana Umum Tata ruang (RUTR)
    3. Rencana Umum Tata ruang Bangain Kota (RUTRB)
    4. Rencana Detail Kota (penjabaran RUTRB)
    5. Kawasan fungsional dan rencana teknis ruang (RTK) yang merupakan rincian lanjut RDK.

    SKB Menteri dalam negeri/menteri PU
    1. Rencana Umum tata ruang wilayah perkotaan (RUTRP)
    2. Rencana Umum tata ruang kota (RUTRK)
    3. Rencana detail tata ruang kota (RDTRK)
    4. Rencana teknik ruang kota (RTR)

    Tahapan-tahapan perencanaan kota :
    1. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRW kota)
    Meliputi : analisis-pertimbangan-teoritis-konseptual-umum kota
    2. Rencana Tata Ruang Wilayah Kawasan (RTRW kawasan)
    Meliputi : rencana umum-kegiatan fungsional-tata ruang kota
    3. Rencana Teknis Ruang Kota
    Meliputi : tata ruang kota-rencana tata letak-linngkungan
    Tahapan 1. konsepsi teoritis-rencana strategis-rencana struktur kota
    Tahapan 2. rencana struktur kota-rencana distrik-rencana lokal
    Secara umum suatu Rencana Umum Kota:
    1. Rencana Umum
    2. rencana detail kawasan
    3. rencana detail kawasan fungsional
    4. rencana detail teknis (unsur-unsur fisik)
    5. pedoman pelaksanaan

    Faktor-faktor teknis perencanaan:
    1. kejelasan sasaran, tujuan dan kebijaksanaan pembangunan
    2. kelengkapan dan kualitas data
    3. kemampuan ilmu dan teknologi dalam proses penelaahan, analisis, dan perencanaan
    4. ketersediaan preparat
    5. besar kecilnya kendala dan limitasi (sosial, ekonomi, politik, fisik)
    6. keahlian (skill)
    7. kepekaan terhadap kondisi dan situasi spesifik dan sekitarnya.

    Faktor-faktor dalam proses legalisasi rencana:
    1. kesesuaian dengan iideologi/falsafah negara
    2. peraturan perundang-undangan dan ketentuan
    3. prosedur sumber dan ketentuan pendanaan
    4. garis-garis besar rencana pembangunan
    5. masalah koordinasi
    6. batas-batas wilayah kewenangan
    7. pertimbangan politis pemerintah dan hankam
    8. prosedur teknis perencanaan

    Faktor-faktor proses pengembangan rencana:
    1. kejelasan dan kemantapan rencana umum, kepastian rencana umum, kepastian rencana terpilih.
    2. kelengkapan dan kualitas ketelitian data/informasi
    3. ketelitian data tentang kendala dan limitasi (terutama fisik)
    4. kepastian standar dan ketentuan
    5. peraturan perundangan
    6. prosedur, sumber dan kemampuan pendanaan
    7. program proyek yang jelas
    8. kelengkapan dan ketelitian peta
    9. prosedur perizinan dan pelaksanaan yang jelas
    10. teknik optimasi.

    Faktor-faktor dalam proses pelaksanaan rencana:
    1. kejelasan rencana detail
    2. peraturan dan perundang-undangan
    3. standar dan ketentuan
    4. sistem pengelolaan konstruksi dan administrasi
    5. koordinasi aparat pelaksana, pengawasan dan pengendalian
    6. program proyek yang jelas
    7. job description yang jelas
    8. sistem monitoring dan evaluasi
    9. sistem pendanaan (prosedur dan sumber)
    10. estimasi volume kerja yang diharapkan
    11. teknik optimasi

    Faktor-faktot pada proses Evaluasi Proyek:
    1. adanya hasil monitoring yang cermat
    2. tolok ukur penilaian
    3. kriteria pembanding hasil penilaian
    4. standar dan ketentuan
    5. koordinasi antar aparat pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian pembangunan

    Sumber Kepustakaan: Pada penulis

    SEMOGA BERMANFAAT..sure..be blessed..
    Sitou timou tumou tou

    Frangky Jessy Paat
    Mahasiswa Program Doktoral Unsrat (Materi Kuliah Environment Management)

  9. Betul.. sangat setuju, Manado tidak bersahabat untuk pejalan kaki dan pe-sepeda. Mungkin Dinas Tata Kotanya belum “studi banding” ke kota-kota lain di dalam negeri apalagi di luar negeri. ;)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara