
Manado, BeritaManado.com – Penerbangan langsung yang terbuka antara Bandara Sam Ratulangi Manado dan Bandara Narita Tokyo diprediksi bakal mencerahkan geliat perekonomian Sulawesi Utara pada 2024.
Karena itu para-pihak wajib berkolaborasi untuk merayakan manfaatnya.
Kondisi itu dicetuskan para pakar ekonomi yang berdiskusi pada Kamis, (21/11/2023) di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Sulut.
Temu akhir tahun ini berlanjut dengan perayaan menyambut Natal Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Cabang Manado.
Para pakar menyatakan, keberhasilan dari keberlanjutan kerjasama penerbangan langsung Sam Ratulangi-Narita membutuhkan kolaborasi antar-pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, baik dalam lingkup Sulawesi utara maupun dengan daerah atau provinsi lain yang berdekatan.
Hal mana juga membutuhkan kerjasama dengan pihak di luar pemerintah seperti dunia usaha, perguruan tinggi dan lainnya yang terkait.
Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof Paulus Kindangen, yang menjadi pemantik diskusi akhir tahun itu memaparkan, ekspor Sulawesi Utara ke Jepang relatif lebih besar dibandingkan ke Korea Selatan.
Namun sebaliknya kunjungan wisatawan ke Sulawesi Utara relative lebih banyak dari Korea Selatan dibandingkan Jepang.
“Potensi wisatawan asal Jepang sangat potensial mengingat keinginan sebagian besar masyarakat Jepang terutama usia lanjut yang berjumlah lebih 30 persen berkeinginan berwisata ke luar negeri di mana mereka menguasai kekayaan sekitar 70 persen,” kata Kindangen.
Tantangan mereka berkunjung ke Sulawesi Utara, lanjut dia, sangat besar.
Ini mengingat kapasitas finansial warga Jepang yang besar memberikan konsekuensi untuk memiliki banyak pilihan negara atau daerah sebagai destinasi wisata.
Sehingga menurut Kindangen, kualitas kepariwisataan menjadi faktor penting, seperti antaranya: obyek wisata yang unik, industri pendukung pariwisata yang berkualitas, budaya welcome hingga keamanan yang standar.
“Upaya meningkatkan ekspor memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas perdagangan yang sudah dilaksanakan. Pada sisi yang menentukan adalah pentingnya membangun kolaborasi internal terutama memantapkan optimalisasi pengembangan pariwisata dan perdagangan dalam keberlanjutan penerbangan langsung. Pastinya juga bahwa keberhasilan kerjasama penerbangan akan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi daerah dan nasional,” jelas Kindangen.
Andre Prasmuko, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara menyampaikan, penerbangan langsung Tokyo-Manado perlu dijaga di samping meningkatkan kerjasama dengan daerah lain.
Sebagaimana sukses dengan Manado-Tiongkok dan Manado-Korea Selatan, bahkan bisa melirik ekspansi ke Manado-Australia dan lainnya.
Berkaitan dengan prospek pertumbuhan ekonomi 2024, Andre optimis dengan angka sekitar 5,2-6,2 persen, di mana pada 2023 tampaknya dapat optimis di atas 5 persen sebagaimana trend triwulan I dan III yang sudah berlangsung di atas 5 persen dan pada triwulan 2 bahkan di atas 6 persen.
Ketiga triwulan tersebut lebih tinggi dari angka nasional.
“Faktor pendorong pada 2024 meliputi gelaran pemilu legislatif, pilpres, dan pilkada memberikan dampak terhadap peningkatan konsumsi masyarakat, peningkatan intermediasi perbankan melalui penyaluran kredit kredit modal kerja dan kredit investasi kepada pelaku usaha maupun kredit konsumsi kepada penerima bukan lapangan usaha,” kata Andre
