Hukum dan Kriminalitas

Opo Kalajengking Mangaku Sempat Dihantui Korban dan Ganti Gambar Tatto di Leher

Opo Kalajengking Mangaku Sempat Dihantui Korban dan Ganti Gambar Tatto di Leher
Opo saat ditangkap Resmob Bitung

Bitung, Beritamanado.com – RM alias Opo Kalajengking (27) warga Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga hanya bisa meringis menahan sakit akibat luka tembakan di kedua kakinya, Senin (25/11/2019).

Opo yang menggunakan kursi roda saat dihadirkan Satreskrim Polres Bitung di Press Realise mengaku sangat menyesal telah menikam Alm Rivardi Dalending warga Kelurahan Batuputih Bawah Kecamatan Ranowulu tanggal 26 Maret 2017 sampai meninggal dunia.

“Saya sangat menyesal telah membuat korban meninggal dunia,” katanya sambil tertunduk di hadapan sejumlah Wartawan.

Dirinya mengaku, di tahun pertama pelariannya ke Kota Samarinda, ia tidak tenang karena setiap malam dihantui Alm serta rasa bersalah.

“Hampir satu tahun di sana (Samarida,red) saya terus dihantui,” katanya.

Iapun menceritakan kronologi kejadian saat Sabtu (25/03/2017) sekitar pukul 22.30 Wita, dirinya bersama sejumlah rekan-rekanya yakni Geri, Jordan, Fano, Opo, Geri M, Marcelino, Persi dan Jun menuju Kelurahan Batuputih Bawah Kecamatan Ranowulu berboncengan menghadiri acara disco tanah.

“Waktu itu di Kelurahan Batuputih Atas juga ada acara dan kami memilih untuk hadir di acara itu karena banyak orang yang kami kenal juga hadir,” katanya.
Namun sebelum masuk acara, di luar tenda Opo bersama rekan-rekannya terlih dahulu mengkonsumsi obat Komix dicampur Cap Tikus yang dibeli Geri.

Saat mengikuti acara yang ramai dengan alunan lagu disco, salah satu rekan Opo berselisih paham dengan korban namun sempat didamaikan hingga keributan tidak terjadi.

“Saat kami akan pindah lokasi, korban terlibat belum puas dan seakan-akan mencari masalah dengan saya hingga terjadi penikaman itu,” katanya.

Rupanya, setelah kejadian itu, Opo bersama rekan-rekannya belum mengetahui jika korban yang ditikamnya meninggal dunia dan nanti diketahui keesokan harinya.

“Hari Senin (27/03/2017) sekitar pukul 13.15 Wita saya mendapat kabar dari teman bahwa korban yang ditikam sudah meninggal dunia dan di temukan di pantai Kelurahan Batuputih Bawah. Saya langsung melarikan diri dari Kelurahan Tandurusa bersama-sama anak dan isterinya menggunakan sepeda motor jenis motor metik,” katanya.

Opo kemudian menuju ke Kelurahan Winenet Kecamata Aertembaga kemudian berpindah ke Desa Tiwoho Kabupaten Minut Bitung lalu ke Karang Ria Kecamatan Tuminting Kota Manado.

Masih merasa belum aman, Opo kemudian berpindah ke Tomohon setelah menitipkan isteri dan anaknya di Tandurusa kemudian ke Sea Kecamatan Malalayang Kota Manado lalu menjual sepeda motornya dengan harga Rp.1.000.000.

Bermodalkan uang itu, Opo menuju ke Terminal Malalayang kemudian naik mobil tujuan Gorontalo dan lanjut ke Pantoloan Kota Palu kemudian naik kapal pupuk tujuan Bontang Kaltim dan sampai ke Kota Samarinda Kaltim.

“Saya pilih Kota Samarinda karena pernah bekerja sebagai sopir disana tahun 2011,” katanya.

Sesampainya di Kota Samarinda, Opo mengaku kerja serabutan, mulai dari sebagai tukang parkir dan tukang service hingga menetap sebagai mekanik di salah satu bengkel di Jalan Agus Salim Kelurahan Sungai Pinang Kecamatan Sungai Pinang Luar Kota Samarinda.

Tidak hanya berpindah tempat, Opo juga rela menutup tatto kalajengking di leher bagian kirinya dengan gambar pistol untuk mengelabui petugas mengingat gambar kalajengking di lehar menjadi julukannya “Opo Kalajengking”.

“Saya tutup agar tidak dikenali,” katanya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara