
JAKARTA – Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, DPP sudah final dan bulat mendukung Careig Naichel Runtu dan Dennie Jhonlie Tombeng (CNR-DJT) sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa.
“Sudah saya katakan berulang kali, final dan final mendukung CNR-DJT.Ketua Umum Aburizal Bakrie, Wakil Ketua Umum Theo L. Sambuaga, Fadel Muhammad, Sharif Cicip Sutarjo (Menteri Kelautan dan Perikanan RI), Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Mahyudin, Sekjen Idrus Marham, dan saya tetap mendukung dan memenangkan CNR-DJT,” kata Nurdin.
Nurdin menambahkan, partai ini bukanlah milik orang-orang tertentu, semua kebijakan diambil dengan keputusan bersama dan sesuatu aturan organisasi. Karenanya yang mendukung kandidat lain adalah tidak mengerti organisasi dan menunjukkan sebagai orang yang tidak setia pada komitmen.
“Pada partai saja tidak setia, apalagi dengan rakyatnya bila nanti memimpin, tidak ada jaminan. Sikap ksatria adalah tetap dalam barisan dan memenangkan partai dan CNR-DJT, mereka di luar itu adalah para pecundang,” tambahnya.
Karenanya, bagi kader Golkar harus segera merapatkan barisan dan menjaga keutuhan memenangkan Careig dan Denny. Karena semua tahu bahwa Careig dan Denny, adalah sosok terbaik Minahasa yang disukai dan dipilih oleh masyarakat Minahasa, itu terbukti menurut survey.
Hal senada dikatakan Ketua Tim Pemenangan CNR-DJT Edwin A. Kawilarang, Careig dan Denny adalah tokoh yang tulus mengabdi untuk Minahasa. Hanya satu kepentingan yang dimiliki keduanya, yaitu menyejahterakan masyarakat Minahasa dan inilah koalisi rakyat untuk Minahas lebih maju.
“Sebarkan senyum CNR-DJT di wajah semua kader dan pendukung, untuk menunjukkan bahwa kita semua tersenyum bahagia akan lahirnya pemimpin baru, perubahan ke arah lebih baik. Inilah koalisi rakyat sejati yang diwujudkan Partai Golkar dan Partai Demokrat,” kata Edwin.

Coba adano terjemahkan akang ke bahasa tombulu…. Nyanda managrti kita eeee :)
THE SHRINE CALL NEPOTISM
**********************************
By Undergroundpoetry
At the junction where four foot path meet, posed a shrine,
taller than the tower of Babel,
rested deeply on the earth and water by biases,
nipping the blood of diamonds.
The daily sacrifice offer to this god,
who décor in the doom of the worshipers, all loyalists,
a potential priest, trudging in cruelty of the god of the shrine
Nepotism locked the knobs of the doors of the talents,
the true worshippers soaks in their idolized robs,
the cleverest throats slaughtered with the dagger of unfavorable,
and the ruminants feed from the left over of the flock,
only the loyalists sing the old choruses of the shrine:
my father, my mother, my brother, my sister, my son, my daughter, my in-law.. my, my…
Nepotism, may you live long!
you covered the endowed,
killed the genius,
and dumped the knowledge of those gifted to safe humankind,
you raised yours in the wrong stud,
keeping the act of vision stagnant and irreversible,
the day vanished,
god of nepotism, short vision in bias mind,
blind and deaf before the right,
may your day be cut short.
No! Let the gods eat up this god.
For the true worshippers, sing a song,
the old choruses of the shrine: my father,
my mother, my brother, my sister, my son,
my daughter, my in-law.. my, my…
No! Let the gods eat up this god forever
@Adano/ nga jang lupa, Golkar dibangun dari Nepotisme, oleh Suharto……deng depe kroni…..jadi nga jang harap dorang ndak mo nepotisme………
kalo kwa adano bacalon qta somo pilih daripada calon yang ada sekarang, parah samua…..
…..bagitu kwa kase lia tu pimpinan partai solid mendukung bukang sama deng laeng …… slamat joh berjuang …. CNR-DJT….
Samua calon nepotisme…. Pili jo pa adano jd bupati minahasa…
Samua calon nepotisme… Pili jo pa adano jd bupati minahasa….
Merapatkan barisan?
Rupanya belajar dari kekalahan dari Cronyism2 di pilkada lain..
GoodLuck
Say no to Nepo
belum apa-apa so KALANG KABUT…
Samua PETINGGI pusat TURUN TANGAN
SO TAKO DORANG…..!!!
Ckckck…. ternyata solid juga ya ni partai…,
Ditunggu ya sepak terjangnya…..
../../.. setuju pk NURDIN itulah kader yg sebenarnya dan yg mengerti aturan organisasi…….. yg di luar adalah pecundang …. sangat setuju kalau di katakan yg di luar pecundang termasuk juga bpk agung laksono ….ternyata seorang mentri tapi tdk tau organisasi dan juga seorang pecundang ….