
Manado, BeritaManado.com — Gempa berkekuatan 7,4 SR yang terjadi di Desa Marapokot dan Reo, Nusa Tenggara Timur (NTT) siang tadi berpotensi tsunami.
Peringatan waspada tersebut merupakan peringatan ke-3 yang pertama, di mana berisi pemutakhiran hasil analisa parameter gempa bumi, update informasi ketinggian gelombang tsunami yang terdeteksi di wilayah yang terpasang alat ukur pasang surut air laut (gauge) di mana alat ini bisa mengukur ketinggian tsunami jika mencapai tepian pantai, serta update informasi wilayah atau daerah yang mungkin terdampak disertai dengan status ancaman tsunami.
Status Waspada Tsunami tersebut berlaku di 4 daerah di NTT, yaitu Flores-Timur bagian utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata pukul 10.36 WIB.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko mengatakan, status peringatan keempat daerah tersebut yaitu waspada, di mana masyarakat diarahkan untuk menjauhi wilayah pantai dan tepi sungai.
Sementara terkait peringatan tersebut, Edward pun mengungkapkan, Sulawesi Utara sendiri sesuai data di atas, tidak masuk dalam daerah yang berpotensi terjadi tsunami.
“Kami dari BMKG mengklarifikasi bahwa peringatan dini tsunami akibat gempa bumi di NTT, tidak berlaku untuk wilayah Sulawesi Utara,” ujar Edward.
Edward pun berharap, masyarakat Sulut tidak panik karena kabar yang beredar tersebut.
“Wilayah Sulawesi Utara tidak terdampak sama sekali oleh gempa tersebut, dan tidak ada potensi tsunami yang berlaku untuk wilayah Sulut akibat gempa bumi di NTT,” kata Edward.
(srisurya)
