Bisnis dan Ekonomi

NSIF 2025 Dorong Investasi Strategis, Sulut Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,64 Persen

NSIF 2025 Dorong Investasi Strategis, Sulut Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,64 Persen
Penandatanganan MoU dengan grup China

Manado, BeritaManado.com — Sulawesi Utara (Sulut) telah memiliki histori pertumbuhan yang sangat baik dan cenderung lebih tinggi dibandingkan nasional.

Pada triwulan II tahun 2025, Sulut kembali tumbuh sebesar 5,64% secara tahunan di saat perekonomian nasional tumbuh 5,12%.

Hal ini menunjukkan kepemimpinan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Walikota dan wakilnya masing-masing yang kuat untuk memajukan Sulut.

Namun, pencapaian ini tidak boleh membuat semua pihak terlena, mengingat kontribusi PDRB Sulut terhadap nasional saat ini baru 0,85% atau masih banyak area pengembangan lebih lanjut yang bisa didorong secara bersama-sama.

Dilihat dari PDRB Sulut, dapat disimpulkan kontributor utama pertumbuhan terletak pada konsumsi rumah tangga dengan pangsa 44% dan investasi dengan pangsa 28%.

Dengan investasi yang kontraksi sebesar 1,43% pada triwulan II 2025, maka perlu dilakukan penambahan cakupan proyek dan diversifikasi sektor investasi.

North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2025 Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulawesi Utara yang digagas Bank Indonesia pun diharap dapat memberi manfaat untuk investasi diberbagai sektor.

“Besar harapan kami agar NSIF dapat memperkuat langkah bersama untuk akselerasi pertumbuhan investasi di Sulut. Kami meyakini bahwa investasi merupakan salah satu motor utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Koko Supratikto dalam gelaran NSIF di Four Points by Sheraton Manado, Jumat (8/8/2025).

Sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut, Bank Indonesia mendukung Pemerintah Daerah melalui DPMPTSP dan dinas terkait lainnya guna mempercepat realisasi investasi melalui promosi Investment Project Ready to Offer (IPRO) ke berbagai investor strategis di dunia internasional.

“Upaya yang kami lakukan melalui program RIRU telah berjalan untuk beberapa proyek yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sulut,” kata Joko.

Dalam hal substansi, BI memfasilitasi penguatan analisa proyek dalam bentuk prospektus, proyeksi keuangan, pembuatan video publikasi, dan studi visit untuk berbagai proyek strategis, yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bitung, Danau Linow, dan Refuse Derived Fuel (RDF) Bolmong.

Sementara, untuk promosi investasi, BI telah membawa KEK Likupang ke Australia, Jakarta, dan Kuwait pada tahun 2024, serta mempertemukan RDF Bolmong bersama 15 investor tanggal 7 April 2025 dan 7 investor tanggal 12 Mei 2025 pada kegiatan Osaka World Expo.

Pada 2025, KPwBI Provinsi Sulut terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut.

Lebih lanjut, Bank Indonesia bersama DPMPTSP kembali mengadakan North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) pada 2025 guna meningkatkan kemampuan teknis ASN berbagai dinas yang relevan untuk mempercepat realisasi investasi di Sulut.

Pada tahun ini, terdapat 4 (empat) proyek strategis yang telah masuk final, dimana 1 berasal dari Provinsi dan 3 Kabupaten/Kota dan yaitu:
a. Pelabuhan Perikanan Talaud oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut
b. Kawasan Industri Perikanan oleh Kab. Kepulauan Sangihe
c. Infrastruktur Kesehatan oleh Kota Kotamobagu
d. Angkutan Umum Masal Buy-The-Service (BTS) oleh Kota Manado

Pemenangnya telah diumumkan, yaitu Kawasan Industri Perikanan oleh Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dalam kegiatan NSIF 2025 ini juga telah dilaksanakan penandatanganan Letter of Intent (LoI) investor global terhadap proyek investasi potensial Sulut.

Selain itu, dilaksanakan penandatanganan komitmen transaksi perdagangan UMKM dengan offtaker asing dan penyerahan Kartu Kredit Indonesia dari BSG ke Kepala Daerah.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara