Manado – Pengumuman tenaga Honorer Daerah Ketegori 2 (Honda K2) di sejumlah daerah di Sulut rupanya berbuntut panjang. Pasalnya, sejumlah Honda K2 yang kini telah resmi dinyatakan lolos seleksi oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) duduga memiliki dokumen bersamalah.
Dugaan itu dinyatakan North Sulawesi Corruption Watch (NSCW) dan kini telah resmi melaporkan ke Polda Sulut untuk ditindaklanjuti karena sudah menyangkut pemalsuan dokumen. “Hari ini NSCW secara resmi telah melaporkan dugaan pemalsuan dokuman oleh oknum-oknum tenaga Honda K2 di Sulut,” kata Ketua NSCW, Harold Lumempow, Kamis (20/2/2014).
Lumempow menyatakan, dugaan pemalsuan dikumen itu diduga dilakukan Honda K2 di Pemprop Sulut, Pemkot Manado, Pemkot Tomohon, Pemkab Mitra, Pemkab Minsel, Pemkab Minahasa dan Pemkab Boltim.
“Adapun laporan yang kami masukkan ke Polda adalah pemalsuan surat-surat administrasi dari para oknum-oknum Honda K2,” katanya.
Ia meminta Polda untuk memeriksa, surat keputusan pengngkatan hohorer, nota dinas, absensi, SPM gaji, DASK dan surat pernyataan melaksanakan tugas. Karena kata dia, dalamPP 56 tahun 2012 tentang pengangkatan tenaga honorer menjdi CPNS menyebutkan syarat mutlak adalah bekerja secara terus menerus paling sedikit satu tahun pada tanggal 31 Des 2005.
“Data-data inilah yng paling banyak di palsukan oleh para oknum-oknum Honda K2 se-Sulut,” katanya.(timredaksi)
