
Manado – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan Sulawesi Utara.
Provinsi ini tercatat terperosok ke peringkat bawah nasional pada dua mata pelajaran strategis, yakni Matematika dan Bahasa Inggris, sementara Bahasa Indonesia hanya bertahan di level menengah.
Berdasarkan rekapitulasi nasional nilai rata-rata TKA 2025 jenjang SMA/sederajat, Sulawesi Utara berada di:
Peringkat 30 Bahasa Indonesia dengan nilai rata-rata 50,20
Peringkat 34 Matematika dengan nilai rata-rata 33,63
Peringkat 33 Bahasa Inggris dengan nilai rata-rata 22,59
Posisi tersebut menempatkan Sulawesi Utara dalam zona merah pendidikan nasional, khususnya pada kemampuan numerasi dan penguasaan bahasa asing.
Matematika Anjlok, Jauh dari Provinsi Teratas
Secara nasional, Matematika menjadi mata pelajaran paling bermasalah.
Dari seluruh provinsi, hanya DI Yogyakarta dan DKI Jakarta yang mampu mencatat nilai rata-rata di atas 40.
Sulawesi Utara tertinggal cukup jauh, bahkan berada di bawah banyak provinsi di luar Pulau Jawa.
Kondisi ini menegaskan bahwa literasi numerasi di Sulawesi Utara masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum tertangani secara optimal.
Bahasa Inggris Paling Mengkhawatirkan
Situasi lebih serius terlihat pada Bahasa Inggris.
Dengan nilai rata-rata 22,59, Sulawesi Utara masuk kelompok 10 terbawah nasional.
Padahal, secara nasional pun nilai rata-rata Bahasa Inggris TKA 2025 jenjang SMA hanya berada di kisaran 20-an, menjadikannya mata pelajaran dengan capaian terendah secara nasional.
Rendahnya capaian ini menunjukkan lemahnya penguasaan Bahasa Inggris peserta didik, termasuk di Sulawesi Utara, yang berpotensi menggerus daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Bahasa Indonesia Masih Bertahan, Namun Belum Aman
Berbeda dengan dua mata pelajaran lainnya, Bahasa Indonesia masih menjadi satu-satunya mapel dengan capaian relatif lebih baik.
Namun nilai rata-rata 50,20 tetap menempatkan Sulawesi Utara di peringkat 30 nasional, tertinggal dari provinsi-provinsi teratas seperti DI Yogyakarta dan DKI Jakarta.
Capaian ini dinilai belum cukup kuat untuk menutup ketertinggalan Sulawesi Utara pada Matematika dan Bahasa Inggris.
