Dirinya juga tidak mencantumkan gelar pada nama, dalam surat, dokumen, termasuk kala bersurat dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Di Indonesia, kata Venus, pengakuan publik seolah lebih penting dibanding substansi masalah yang dibicarakan.
Padahal, jika dibandingkan dengan luar negeri, jabatan atau gelar adalah hal yang biasa.
Dirinya pun menyayangkan orang-orang yang sudah mendapatkan jabatan guru besar, namun kualitas keilmuannya tidak ada.
“Gelar akademik ini kan kaitannya dengan kemampuan orang untuk memahami dan mengembangkan dunia keilmuan, serta melihat berbagai potret masalah di sekitar mereka,” katanya.
(jenlywenur)
