“Kami juga sedang menjajaki pembangunan PLTS di Kawasan Industri Kendal (KIK). Tidak hanya itu, untuk skema investasi, saat ini kami berencana untuk membangun PLTS atap di Kantor Gubernur Jateng dan PT Sango Ceramics Indonesia dengan 3 macam skema (pembelian langsung, leasing dan rental),” ungkap Sujarwanto.
Selain PLTS atap, Jateng juga memiliki 42 waduk yang memiliki potensi sebagai lokasi PLTS terapung. Hasil pemetaan yang dilakukan IESR dan Pemprov Jateng menunjukkan potensi teknis total 723 megawatt-peak (MWp).
Waduk Kedung Ombo, Waduk Gajah Mungkur, Waduk Wadaslintang dan Waduk Mrica merupakan beberapa waduk yang menarik perhatian beberapa investor dan solar developer.
Menyikapi tantangan pengembangan PLTS seperti terbatasnya informasi yang objektif dan komprehensif terkait PLTS atap serta penyedia layanan masih belum tersedia merata di daerah, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan peningkatan kesadaran publik dengan berbagai kegiatan dan produk komunikasi.
“Kami juga melakukan peningkatan kapasitas SDM dengan pelatihan, forum bisnis dan rencana pembentukan pusat layanan PLTS atap,” pungkas Sujarwanto.
(***/srisurya)
