Minut

Muda Berprestasi, Ayu Mega Rondonuwu, Penatua Pemuda Peraih Sertifikat Diklat Stunting

Minut, BeritaManado.com – Namanya Ayu Mega Rondonuwu (23).

Gadis cantik asal Likupang, kelahiran Desa Sarawet, 19 Januari 1998.

Dari Ayu kalian bisa belajar memaknai arti Sumpah Pemuda.

Ayu memiliki perawakan yang tenang, sabar dan aktif dalam kegiatan rohani dan sosial.

Tak heran periode ini ia dipilih teman-teman gerejanya menjadi Penatua Pemuda GMIM Baitel Sarawet, Wilayah Likupang Satu. 

“Tak pernah menyangka dipercayakan teman-teman karena saya tidak pernah ambisius dalam hal-hal rohani ataupun jabatan lainnya, saya lebih suka menjalani hidup dengan enjoy dan apa adanya. Prinsip saya, kalau kita hidup baik dan ikhlas membantu sesama berkat Tuhan pasti ngikut dalam hal materi maupun hal rohani,” ungkap Ayu yang juga merupakan Duta Budaya dan Rera Terfavorit tahun 2018 di Kabupaten Minahasa Utara. 

Baru-baru ini Ayu juga menerima penghargaan sebagai fasilitator sosial SDM PKH Kemensos RI yang mewakili Provinsi Sulawesi Utara menerima sertifikat Diklat Stunting dari Balai Diklat Makassar.

Gadis muda yang memiliki tinggi badan 170 centimeter dan berat badan 55 kilogram ini memang sejak tahun 2018 sudah bekerja untuk Kementerian Sosial RI sebagai fasilitator sosial di Kecamatan Likupang Timur.

“Masalah sosial sangat banyak dan saya belajar banyak dari profesi saya yang sekarang,” ujar Ayu yang baru saja menyelesaikan strata satunya di STIE Pioneer, Manado.

Bukan hanya hidup untuk pekerjaan dan hobinya, Ayu juga mengabdikan dirinya sebagai aktivis lingkungan yaitu sebagai anggota istimewa di Kelompok Pecinta Alam (KPA Likupang) dan Komunitas Likupang Raya (KLiR). 

KPA Likupang didirikan oleh kakaknya Yudith Rondonuwu, seorang dosen di perguruan tinggi swasta yang memiliki hobi mendaki gunung.

Sebagai seseorang yang ikut merintis KPA Likupang, Ayu sangat eksis terlibat dalam kampanye anti sampah plastik serta setiap tahun rutin mengukuti World Cleanup Day (WCD).

Ia dan kakaknya kini memiliki Bank Sampah yang fokus kepada edukasi dan membantu perekonomian masyarakat desa dengan kegiatan jual-beli sampah plastik.

Ayu dan komunitasnya juga berkomitmen aktif dalam mendukung program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang dengan secara aktif membantu publikasi lokasi-lokasi wisata baru di desa-desa yang ada di Likupang 3 kecamatan melalui media sosial.

Belum lama ini ia juga menerima sertifikat kompetensi sebagai tour guide (pramuwisata) dari Badan Sertifikasi Nasional.

Ayu sendiri memiliki hobi jalan-jalan, membaca dan nonton film korea.

“Saya memang suka nonton film-film drama yang bagus pesan sosialnya. Selektif tentunya dan budaya-budaya negara lain juga bisa kita pelajari dari nonton film,” kata gadis berdarah Minahasa dan Sangihe ini.

Sebagai Duta Budaya sejak tahun 2018, Ayu juga mendirikan Tim Tari Pisok yang anggotanya warga asli Likupang.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara