
Penulis: Sri Surya | Manado
Pengurus Besar PBMI menegaskan keseriusan Sulawesi Utara dalam menghadapi PON Beladiri 2026.
Melalui momentum Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub), konsolidasi organisasi ditegaskan sebagai kunci utama meraih prestasi.
Wakil Ketua Umum II PBMI, Fachrul Razi, menekankan pentingnya soliditas dengan semangat “satu komando” yang digaungkan dalam forum tersebut.
“Sebagai tuan rumah, kami berharap juara umum dan emas terbanyak itu Sulawesi Utara. Siap?” tegasnya disambut antusias peserta.
Menurutnya, Sulut memiliki potensi besar karena sebaran atlet yang merata di 15 kabupaten/kota.
Namun, potensi itu harus disatukan dalam satu visi dan komando agar mampu menghasilkan prestasi maksimal.
Ia bahkan optimistis Sulut mampu melampaui target minimal lima medali emas.
“Saya yakin dan seyakin-yakinnya Sulut itu minimal dapat lima emas. Bahkan kalau kompak, bisa lebih,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, PBMI menyiapkan tiga strategi utama.
Pertama, memperkuat kekompakan organisasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Kedua, memanggil kembali atlet-atlet potensial yang selama ini belum terakomodasi, termasuk mereka yang sudah berprestasi di level nasional.
Ketiga, menghadirkan kepemimpinan yang tegas dan patuh terhadap aturan organisasi.
“Kompak, solid, satu komando. Itu kunci,” kata Fachrul.
Usai forum tersebut, PBMI secara resmi melantik Gladis PNA Mangundap sebagai Ketua Pengprov Muaythai Sulut sebagai tindak lanjut dari penyerahan SK oleh Ketum BPMI di Jakarta, sekaligus menyerahkan AD/ART sebagai landasan organisasi.
Usai melantik Pengprov Muaythai Sulut, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Muaythai kabupaten/kota se-Sulut.
Diketahui, Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah PON Beladiri 2026, sehingga tekanan sekaligus peluang besar ada di pundak daerah Nyiur Melambai untuk tampil sebagai yang terbaik.
