Nasional

Misteri Sinyal Eror Kecelakaan KRL Bekasi, Petugas KAI: Kecepatan 110!

Viral kesaksian petugas KAI setelah kecelakaan kereta di Bekasi, 27 April 2026. (YouTube Trainspotter ID)
Viral kesaksian petugas KAI setelah kecelakaan kereta di Bekasi, 27 April 2026. (YouTube Trainspotter ID)

Insiden mematikan kecelakaan KRL Bekasi dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/04/2026) malam kini mengungkap sebuah fakta yang mengejutkan. Beredar sebuah rekaman viral yang memperlihatkan kesaksian langsung dari petugas di lapangan terkait dugaan gangguan sistem persinyalan sesaat sebelum benturan keras tersebut terjadi.

Melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com,tabrakan maut di sekitar Stasiun Bekasi Timur ini telah merenggut nyawa enam orang. Puluhan penumpang lainnya menderita luka-luka, sementara proses evakuasi darurat terus berjalan alot karena beberapa korban dilaporkan masih terjepit di dalam badan gerbong kereta yang hancur.

Peristiwa tragis ini tak ayal memicu gelombang duka mendalam dan kepanikan massal di tengah masyarakat luas. Di platform media sosial X, perbincangan seputar insiden berdarah ini langsung menduduki puncak trending topic sejak malam kejadian hingga Selasa (28/04/2026), diiringi puluhan ribu cuitan belasungkawa dari warganet.

Dugaan Sinyal Eror Terekam Jelas

Sebuah tayangan video yang diunggah oleh akun X @txtdrbekasi secara gamblang memperlihatkan betapa hancurnya gerbong KRL akibat hantaman tersebut. Tayangan ini dengan cepat menyita perhatian publik hingga ditonton lebih dari 3 juta kali dan dibanjiri ribuan komentar.

Momen kepanikan pascakejadian juga terekam tanpa sengaja oleh seorang penggemar kereta (railfans) dari kanal YouTube “Trainspotter ID” yang sedang melakukan siaran langsung dari dalam KA Argo Bromo Anggrek. Siaran berdurasi 1 jam 37 menit itu merekam suara benturan yang sangat keras, disusul jeritan takbir dari para penumpang yang ketakutan.

Suasana seketika berubah mencekam.

Dalam kondisi kalut sekitar satu jam usai tabrakan, perekam video mencoba mencari informasi dari seorang petugas berseragam kru masinis bernama Nofiandi. Ia menanyakan perihal langkah evakuasi mengingat situasi terasa sangat tidak menentu bagi para penumpang.

“Maksudnya tuh kalau misalkan di sini kondisinya tidak aman, kita diamanin dulu gitu pak, ke atas atau ke mana lah,” ungkap Railfans.

“Iya paling evakuasinya ke atas, tapi koordinasi sama pihak stasiunnya ya. Amannya sebenarnya ke atas aja sih, langsung di titik evakuasinya kan ini di atas,” jawab petugas KAI.

“Enggak maksud tuh pihak kru dari sini Pak, informasikan. Kan ini banyak nih. Barangkali ada yang syok gitu Pak,” balas Railfans.

“Sama, kalau syok saya juga syok ini Mas,” jawab petugas KAI.

Fakta Kecepatan 110 Km/Jam Jelang Kecelakaan KRL Bekasi

Rasa penasaran sang perekam video ternyata tak berhenti di situ. Ia lantas menanyakan kemungkinan adanya salah komunikasi yang menyebabkan kereta jarak jauh bisa menyeruduk armada commuter line di lintasan yang sama persis.

“Enggak miskomunikasi, kayaknya ini sinyalnya ada yang eror,” ungkap petugas KAI.

Percakapan kemudian berlanjut menyinggung insiden tabrakan lain yang melibatkan taksi listrik sesaat sebelum tragedi besar ini memuncak. Kru masinis tersebut menjelaskan bahwa mereka belum mendapat informasi utuh dari Pusat Kendali Kereta Api (PK/OCC).

“Tadi nginfoin PK-nya (Pusat Kendali Kereta Api atau OCC), cuman saya belum kopi informasi sepenuhnya, udah keburu sinyal merah ini,” jawab kru masinis Argo Bromo.

Lebih mengejutkan lagi, perubahan sinyal tersebut dinilai sangat tidak masuk akal. Kecepatan kereta saat kejadian diestimasi menyentuh angka 110 kilometer per jam.

“Dibilang mendadak sih enggak, cuman harusnya itu kan enggak bisa merah, soalnya dari Bekasinya hijau. Koneksi harusnya kalau hijau, sini maksimal kuning, enggak bisa merah. Kalau soal kecepatan, kecepatannya lumayan, udah hampir menyentuh 100 kan? 110-an,” jawab petugas di lokasi kecelakaan.

Kesaksian awal dari lapangan terkait kecelakaan KRL Bekasi ini tentu menjadi catatan penting bagi proses investigasi lanjutan. Publik kini menanti langkah transparan dari pihak berwenang agar tragedi mengerikan di jalur besi ini tidak pernah terulang lagi.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara