Agama dan Pendidikan

Data BPS 2025: Minat Baca Sulut Masih Tertinggal, Kalah dari Sulsel dan Jawa

Ilustrasi Perpustakaan - Minat Baca Sulut 2025
Ilustrasi Perpustakaan – Minat Baca Sulut 2025

Manado, BeritaManado.com — Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Utara kembali mendapat sorotan.

Data terbaru Tingkat Gemar Membaca (TGM) yang dirilis Perpustakaan Nasional RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Sulut masih belum kompetitif di tingkat nasional.

Dalam pemeringkatan 38 provinsi di Indonesia, Sulawesi Utara menempati peringkat ke-22 dengan skor 68,44 berada di bawah rata-rata sejumlah provinsi lain, termasuk di kawasan Sulawesi sendiri.

Sulut Masih Tertinggal di Regional Sulawesi

Jika dibandingkan dengan provinsi tetangga, posisi Sulut terbilang kurang menggembirakan.

Sulawesi Selatan justru tampil menonjol dengan skor 74,46 dan masuk 10 besar nasional.

Sementara itu, Sulut masih tertahan di papan tengah, kalah bersaing dalam hal budaya membaca dan akses literasi.

Kondisi ini mempertegas bahwa kemajuan pembangunan tidak selalu berbanding lurus dengan kebiasaan membaca masyarakat.

Yogyakarta Teratas Nasional

Secara nasional, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menegaskan reputasinya sebagai provinsi dengan masyarakat paling gemar membaca.

DIY mencatat skor 79,99 tertinggi di Indonesia.

Posisi berikutnya ditempati Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, dan Jawa Barat, yang secara konsisten berada di papan atas tingkat literasi nasional.

Berikut 10 provinsi teratas tingkat kegemaran membaca 2025:

  1. DI Yogyakarta – 79,99
  2. Kepulauan Bangka Belitung – 77,47
  3. Jawa Timur – 77,15
  4. Jawa Barat – 75,07
  5. Kalimantan Selatan – 74,63
  6. Sulawesi Selatan – 74,46
  7. Jawa Tengah – 73,91
  8. Kepulauan Riau – 73,69
  9. Sumatera Barat – 73,30
  10. Kalimantan Utara – 72,80

Apa yang Menghambat Minat Baca Sulut?

Tingkat Gemar Membaca (TGM) mengukur sejumlah indikator, mulai dari frekuensi membaca, durasi membaca, hingga jumlah bahan bacaan yang diakses masyarakat.

Sejumlah pengamat pendidikan menilai, rendahnya minat baca di daerah tidak lepas dari:

  • keterbatasan akses buku dan perpustakaan,
  • minimnya ruang baca publik,
  • serta budaya literasi yang belum kuat sejak usia dini.

Di Sulut, tantangan ini masih terasa, terutama di luar wilayah perkotaan.

Tantangan bagi Pemerintah dan Masyarakat

Hasil survei ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat Sulut untuk lebih serius membangun budaya membaca.

Tanpa perbaikan literasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dikhawatirkan berjalan lambat dan kesenjangan antarwilayah semakin melebar.

Perlu Gerakan Bersama

Mendorong minat baca tidak cukup hanya lewat program formal.

Dibutuhkan gerakan bersama, mulai dari keluarga, sekolah, gereja, hingga komunitas lokal agar membaca kembali menjadi bagian dari keseharian warga Sulawesi Utara.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara