Kota Manado

Meski Sering Di Palak, Namanya Rejeki Nggk Bakalan Kemana

Cecep SupriyadiCecep Supriyadi

MANADO – Menjadi seorang penjual bakso keliling di Kota Manado ternyata tidaklah muda, berbagai permasalahan baik dari masyarakat dan pemerintah Kota Manado sering mereka hadapi. Hal inilah yang dihadapi Cecep Supriyadi seorang penjual bakso asal Bandung yang sudah 7 tahun menggeluti pekerjaannya.

Ketika berbincang dengan BeritaManado.com sabtu (04/06/2016) Cecep mengakui bahwa pada saat ia berjualan keliling sering menghadapi kendala seperti di palak oleh orang mabuk dan razia dari Satpol PP.

ADVERTISEMENT

“Beberapa waktu yang lalu saya sering di palak oleh orang mabuk seperti meminta uang, dan mereka makan lalu berjalan pergi tanpa membayar tapi saya tidak pernah mempermasalahkannya karena tidak ingin ada masalah, lagian namanya rejeki nggk akan pernah kemana kan pak,” ujar Cecep.

Pria berumur 30 tahun ini juga mengakui bahwa setiap harinya pendapatan penjualan hasil kerjanya tidak menentu. “Setiap hari, hasil penjualan saya tidak menetap setiap harinya kalo rame bisa mencapai 900ribu, tapi kalo sedang sepi penjualannya hanya mencapai 600ribu atapun 700ribu perhari, sedangkan setiap harinya modal yang dikeluarkan mulai dari membeli daging sampai membeli kecap dan semuanya mencapai 500ribu perhari,” tegasnya.

Cecep mengakui bahwa meskipun pendapatan yang dia dapatkan dari hasil penjualan bakso setiap harinya tidaklah begitu besar namun dirinya tetap mengucap syukur karna masih mampu menghidupi istri dan anaknya.

“Pendapatan bersih setiap harinya memang tidaklah begitu besar hanya berkisar 150 ribu – 200ribu rupiah, namun Alhamdulillah, setidaknya ini masih bisa menghidupi keluarga dan sekolah anak saya,” terangnya.

Selain itu, harga daging menjelang hari raya Ramadhan yang kian melonjak, membuat dirinya harus memutar otak agar tetap mendapat keuntungan dari penjualannya. (Risat)