Berita Utama

Menuju Senayan, PDIP dan Golkar Aman, Nasdem dan Gerindra Menyusul?

Dan ketiga, calon-calon mendapat dukungan dari tokoh-tokoh berpengaruh, seperti tokoh agama atau tokoh politik yang sedang berkuasa.

Menuju Senayan, PDIP dan Golkar Aman, Nasdem dan Gerindra Menyusul?
Ferry Liando

“Saya kira untuk kondisi politik saat ini, target PDIP yang berusaha mendominasi perolehan kursi tahun 2024 sangat realistis. Reputasi pak Olly Dondokambey dan Steven Kandouw sebagai pemimpin Sulut yang merupakan kader PDIP tentu akan mempengaruhi elektabilitas parpol,” kara Ferry kepada BeritaManado.com, Kamis (14/9/2023).

Menurut Ferry, dari tiga indikator tersebut, baru PDIP yang memilikinya.

Sehingga, kata Ferry, jika PDIP tetap solid dan kompak hingga Pemilu 2024, maka untuk memenuhi target empat kursi sangatlah berpeluang.

“Belum lagi dari 15 kabupaten/kota di Sulut, 13 kepala daerah dikuasai PDIP. Praktis tinggal Talaud dan Boltim yang tidak,” jelasnya.

Ia menuturkan, pengalaman pada pemilu-pemilu terdahulu, semua caleg yang didukung bupati/wali kota begitu mulus terpilih.

Dari komposisi bacaleg yang didaftarkan PDIP di KPU, terdapat nama-nama besar sejumlah figur yang disegani.

“Tentu peluang itu makin lebar,” bebernya.

Namun, ujar Ferry, amatan yang dia lihat tersebut, hanya berlaku pada kondisi politik saat ini.

Sebab, jika iklim politik tahun 2024 berubah, maka argumentasi bisa menjadi lain.

Apalagi, politik di tingkat pusat sangat dinamis dan bisa mempengaruhi dinamika politik lokal.

“Intinya jika PDIP tetap solid dan tidak ada konflik, tentu peluangnya mencapai target sangat besar. Peluang PDIP juga tergantung pada komposisi figur-figur yang diusung parpol lain, yang saat ini belum semuanya diketahui,” terang Ferry.

Ia mengatakan, peluang PDIP bisa mencapai
target atau tidak, akan terbaca jika parpol lain sudah pasti mengajukan nama-nama sebagai caleg.

Di sisi lain, PDIP juga bisa mengusung capres sendiri.

Sehingga diuntungkan dari segu ‘coattail effect’.

Artinya, pemilih capres biasanya akan juga memilih parpol yang mengusungnya.

“Dan biasanya, parpol pengusung capres-cawapres akan ketiban rejeki elektoral,” tandasnya.

(Alfrits Semen)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara