Agama dan Pendidikan

Mengenal Acne Vulgaris (Jerawat)

Oleh: Roxane Mariane Worotikan

(Mahasiswa Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado)

ACNE Vulgaris atau biasa dikenal sebagai jerawat pasti tidak asing di telinga masyarakat.

Acne Vulgaris adalah kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat dengan minyak, sel kulit mati, dan bakteri.

Saat folikel tersumbat, jerawat, komedo, noda pada kulit, dan kista akan muncul di kulit wajah.

Tingkat masyarakat yang mengalami acne vulgaris di Indonesia masih belum jelas.

Acne Vulgaris atau jerawat biasanya banyak dialami oleh remaja, sekitar 20% remaja mengalami jerawat dari tingkat keparahan sedang hingga berat yang disebabkan oleh karena pubertas.

Namun, masalah kulit ini juga bisa muncul pada bayi dan anak-anak.

Sampai saat ini, banyak orang berpikir bahwa jerawat timbul karena kebersihan kulit yang tidak terjaga.

Padahal, tingkat psikologis dan hormon juga dapat menyebabkan munculnya jerawat.

Jerawat dapat muncul saat tingkat hormon terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Selama masa pubertas, hormon adrogen akan meningkat dan kalenjar sebaceous yang akan menghasilkan lebih banyak sebum atau minyak.

Ketika sebum, sel-sel kulit, dan bakteri akan menyumbat folikel, saat itu juga sebum atau minyak tidak dapat keluar melalui pori-pori sehingga menyebabkan munculnya jerawat.

Ketika kita telah memasuki usia dewasa awal, jerawat akan mulai berkurang sehingga akan mulai menghilang.

Sekitar 40% wanita, jerawat dapat berlanjut sampai usia 40-an karena ketidakseimbangan hormon dalam tubuh dan penyebab lainnya.

Kebanyakan jerawat muncul pada wajah, dada, punggung, dan bahu. Gejala acne vulgaris bisa terbagi atas gejala ringan, sedang, maupun berat.

Gejala ringannya yaitu anda mungkin akan memiliki kurang dari 20 komedo hitam atau komedo putih.

Gejala sedangnya yaitu anda akan memiliki komedo putih dan komedo hitam serta jerawat.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara