Berita Utama

Mengapa Tou Kawanua Pilih Prabowo Subianto Sebagai Presiden dalam Pilpres 2024?

SDA Indonesia kita olah dalam negeri menjadi barang jadi atau setengan jadi untuk di-ekspor, sehingga memberikan nilai tambah yang tinggi bagi penerimaan Negara. Kebijaksanaan hilirisasi nikel ternyata sangat menguntungkan negara.

Jika pada thn 2020 ekspor nikel dalam bentuk bahan mentah pendapatannya hanya USD 2,1 Milyar, namun setelah hilirisasi, pendapatannya menjadi USD33,8 miliar (Presiden Jokowi pada Rakernas GAMKI, 19-8-2023).

Namun keberhasilan ini sekaligus juga mengundang ancaman dan tantangan dimana negara-negara anggota WTO yang dipelopori oleh negara-negara Barat menggugat kebijakan Presiden Jokowi tersebut disertai upaya boikot bagi berbagai kepentingan Indonesia.

Namun Presiden Jokowi dengan sikap berani, tidak menyerah tapi jalan terus kebijakan hilirisasinya dengan merencanakan memperluas hilirisasi pada SDA yang lain karena  dalam kenyataan kebijakan ini sangat menguntungkan Indonesia.

Pengganti Presiden Jokowi harus berani seperti Presiden Jokowi dan mampu serta bijaksana untuk melanjutkan dan memperluas kebijakan hilirisasi ini yang sudah dirintis oleh Presiden Jokowi.

Sosok yang berani menghadapi tekanan dan ancaman dari negara-negara yang memboikot dan mengancam kebijakan ini adalah PS, sebagai sosok yang paling memenuhi syarat. Disamping terkenal berani, PS juga memiliki jaringan dan komunikasi yang luas dengan dunia internasional baik saat aktif dalam dunia militer, sebagai pengusaha, pimpinan partai serta penjabat negara (Menhankam).

Disamping menguasai berbagai Bahasa seperti Bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Perancis disamping Bahasa nenek moyangnya yaitu Bahasa Indonesia.

Dengan jaringan dan komunikasi internasional yang luas tersebut diatas, PS pasti mampu memainkan peran diplomasinya sebagai Presiden untuk mengatasi berbagai ancaman dan tantangan tersebut, sehingga kebijakan hilirisasi yang sangat menguntungkan bagi perekonomian Indonesia akan  berlanjut dan berkembang. 

Kekhawatiran terjadi perang di Kawasan Asia-Pasifik

Dengan terjadi perang antara Rusia-Ukraina di-kawasan Eropa yang masih berlanjut, adanya perang antara Israel dengan HAMAS di Palestina di-kawasan Timur Tengah, yang masih memanas, kedepan ada kekhawatiran perang akan beralih atau di-alihkan di-kawasan Asia-Pasifik.

Kekhawatiran ini beralasan mengingat saat ini adanya ketegangan antara beberapa negara di-Asia seperti Korut dengan Korsel dan Jepang, Cina dengan Taiwan dan Pilipina, disamping uji coba senjata nuklir ICBM (Inter-Continental Ballistic Missile) dari Korut, yang menimbulkan reaksi/protes dari berbagai negara termasuk AS.

Disamping itu Cina mengalami kemajuan yang pesat dibidang militer baik persenjataannya maupun personilnya yang mampu menyaingi negara-negara barat.

Hal ini antara lain  mampu memproduksi senjata nuklir antara lain ICBM (lebih awal dari Korut) dimana senjata ICBM dari kedua negara tersebut (Cina daan Korut) bisa mencapai daratan AS.

Disisi lain ada perjanjian AUKUS (Australia, United Kingdom, United States), dimana AS dan Inggris akan membangun kapal selam untuk Australia yang memiliki senjata nuklir, yang mendapat protes dari beberapa negara Asia termasuk Indonesia, karena Australia melanggar kesepakatan yang tertuang dalam NPT (Nuclear Weapon Non-Proliferation Treaty), dimana Australia menanda-tanganinya bersama dengan negara-negara lain.

Dengan fakta ini dikhawatirkan Kawasan Asia-Pasifik akan bergolak atau dibergolakan yang mengarah terjadinya  peperangan.

Jika  peperangan menjadi kenyataan, maka yang menderita dan hancur, mayoritas adalah negara-negara Asia.

Untuk mencegah hal ini terjadi, maka peran Indonesia dan negara-negara ASEAN yang non-blok sangat diharapkan untuk menjaga Kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi Kawasan yang stabil, dinamis dan damai, sehingga kerjasama pembangunan untuk kemajuan yang adil dan merata bagi semua pihak di-kawasan ini bisa berlanjut.

Kepemimpinan Jokowi berhasil menempatkan Indonesia sebagai negara yang disegani, diakui, dihormati oleh negara-negara ASEAN bahkan dunia, karena kemampuan diplomasinya, serta mampu mengangkat harkat dan derajat negara-negara ASEAN dalam percaturan internasional, yang ditunjang oleh perkembangan Indonesia sendiri di bidang politik, ekonomi dan pertahanan dengan kekuatan militernya baik kuantitas dan kualitas persenjataan dan personilnya.

Sosok PS dengan latar belakang militer dan didukung pengalaman internasional yang luas jadi jaminan untuk mampu mempertahankan dan melanjutkan keberhasilan Jokowi tersebut diatas untuk Indonesia bersama negara-negara ASEAN tetap berperan dalam memberikan andil bagi terciptanya Kawasan Asia-Pasifik yang stabil, dinamis dan damai.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara