Momen serupa pernah menjadi perhatian dunia pada Piala Dunia 2018 di Rusia.
Setelah Meksiko secara mengejutkan mengalahkan juara bertahan Jerman pada laga pembuka, para pendukung merayakan kemenangan dengan menyanyikan “Cielito Lindo”, dan rekaman perayaan itu menyebar luas ke berbagai negara.
Kini, saat Meksiko kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia, lagu tersebut kembali menjadi salah satu identitas yang diperkenalkan kepada dunia.
Bagi Daniel, penggemar berdarah Meksiko-Amerika yang datang dari Los Angeles ke Mexico City untuk mengikuti turnamen, lagu itu memiliki makna yang sangat personal sekaligus menjadi bagian dari warisan keluarganya.
“Saya selalu tahu lagu ini milik Meksiko,” ujarnya. “Tetapi ketika semua orang menyanyikannya bersama, untuk pertama kalinya saya merasa bahwa saya juga termasuk di dalamnya. Rasanya seperti pulang ke keluarga yang lebih besar.”
Penggemar asal Argentina bernama Martin juga mengaku sudah mengenal bagian refrain lagu tersebut.
Meski stadion di negaranya lebih akrab dengan nyanyian “Ole, ole, ole, ole”, ia merasakan suasana berbeda ketika mendengarnya langsung di Meksiko.
“Tetapi, ketika Anda datang ke Meksiko dan mendengar seluruh stadion menyanyikan lagu ini, Anda akan mengerti bahwa lagu ini memang pantas berada di sini,” ujarnya.
Di berbagai lokasi penyelenggaraan Piala Dunia, “Cielito Lindo” terus memperlihatkan bagaimana Meksiko menjadikan musik sebagai bahasa universal.
Sebagian penonton hafal seluruh liriknya, sebagian hanya ikut bersenandung, sementara yang lain cukup bertepuk tangan—namun semuanya larut dalam satu nyanyian yang mendekatkan para penggemar sepak bola.
