Olahraga

Timnas Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Media Soroti Statistik dan Ancelotti

Neymar (tengah) dari Brasil tampak kecewa setelah kalah dalam pertandingan babak 16 besar antara Brasil melawan Norwegia dalam Piala Dunia FIFA 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada 5 Juli 2026. (Xinhua/Hu Xingyu)
Neymar (tengah) dari Brasil tampak kecewa setelah kalah dalam pertandingan babak 16 besar antara Brasil melawan Norwegia dalam Piala Dunia FIFA 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada 5 Juli 2026. (Xinhua/Hu Xingyu)

Penulis: Tim Redaksi

Brasil Tersingkir dari Piala Dunia setelah dikalahkan Norwegia pada babak 16 besar, Minggu (5/7/2026).

Kekalahan tersebut langsung memicu gelombang evaluasi dari berbagai media Brasil yang menilai harapan Selecao untuk meraih gelar dunia keenam kembali harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Hasil itu juga menjadi sorotan karena menjadi langkah yang jauh dari ekspektasi pada debut pelatih Carlo Ancelotti di ajang Piala Dunia.

Sejumlah media menilai perjalanan Brasil terhenti bahkan sebelum menghadapi tantangan yang selama beberapa edisi terakhir kerap menjadi batu sandungan di fase perempat final.

Kekalahan dari Norwegia pun memunculkan beragam penilaian, mulai dari kritik terhadap strategi permainan hingga catatan statistik yang dinilai mencerminkan buruknya performa tim sepanjang pertandingan.

Evaluasi Media Brasil Usai Timnas Brasil Tersingkir

Surat kabar O Globo menyebut kekalahan tersebut sebagai “akhir dari mimpi meraih hexa“, mengacu pada ambisi Brasil untuk mengoleksi gelar Piala Dunia keenam.

Media itu menilai debut Carlo Ancelotti bersama tim nasional Brasil di Piala Dunia harus berakhir lebih cepat, bahkan sebelum mereka berpeluang menghadapi tantangan di babak perempat final yang selama beberapa edisi terakhir menjadi fase sulit bagi Selecao.

O Globo juga mengingatkan bahwa Brasil terakhir kali tersingkir di babak 16 besar terjadi pada Piala Dunia 1990 ketika langkah mereka dihentikan Argentina yang dipimpin Diego Maradona.

Selain itu, media tersebut menyoroti statistik pertandingan di New Jersey.

Brasil hanya menguasai bola sebesar 32 persen, yang disebut sebagai angka penguasaan bola terendah mereka dalam laga Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966.

Nada serupa disampaikan Folha de S.Paulo yang membuka laporannya dengan kalimat, “Brasil tersingkir, dan mimpi itu pun sirna.”

Media tersebut menggambarkan Norwegia sebagai tim yang “mendayung, berjaya, dan meninggalkan Selecao (julukan lain timnas Brasil) terdampar di pantai” setelah dua gol Erling Haaland pada babak kedua memastikan kemenangan tim Eropa tersebut.

Kritik untuk Carlo Ancelotti dan Catatan Piala Dunia

Folha de S.Paulo juga menyoroti momen yang disebut sebagai hari “sangat memilukan” bagi Neymar.

Media itu menilai pertandingan tersebut menjadi laga Piala Dunia terakhir bagi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Brasil itu yang kini berusia 34 tahun.

Di sisi lain, surat kabar tersebut menilai Carlo Ancelotti masih memiliki waktu empat tahun untuk membangun tim “tanpa improvisasi“, dengan alasan pelatih asal Italia itu belum memperoleh waktu yang cukup untuk menerapkan seluruh gagasannya setelah ditunjuk pada Mei tahun lalu.

Sementara itu, UOL memberikan kritik yang lebih tajam.

Media tersebut menyebut, “Kegagalan bersama Selecao merupakan yang terbesar dalam karier Ancelotti, sang raja di level klub.”

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara