Berita Utama

Meifa Warokka: Proteksi Anak dari Kekerasan Seksual adalah Tanggung Jawab Bersama

Ulaya tersebut dilakukan melalui program edukasi dan pendampingan.

Yayasan Meifa Ervina Warokka secara rutin mengadakan sosialisasi terkait kesehatan reproduksi, hak-hak anak, serta pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah dan komunitas.

Selain itu, Yayasan Meifa Ervina Warokka juga memberikan layanan konseling bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual maupun orang tua yang membutuhkan edukasi dalam menghadapi kasus tersebut.

Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih proaktif dalam melindungi anak dari ancaman kekerasan seksual.

Alternatif Positif untuk anak ketergantungan terhadap gawai sering menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kekerasan seksual.

Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan masyarakat untuk menyediakan kegiatan positif sebagai alternatif.

Kegiatan seperti Posyandu Remaja, forum remaja dan kelompok bermain dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk membangun interaksi sosial yang lebih sehat.

Tak hanya itu, anak-anak juga perlu diberikan kesempatan untuk berperan aktif dalam isu sosial, ekonomi dan lingkungan.

Kegiatan seperti kewirausahaan, pengelolaan bank sampah, hidroponik, hingga produksi konten edukatif dapat membantu anak mengembangkan potensi mereka dengan cara yang lebih aman dan produktif.

Kegiatan seperti kewirausahaan dengan mencarikan lapangan kerja bagi remaja yang sudah lulus sekolah, buka usaha jual roti, jual bakso serta, kerajinan tangan.

Selain itu ada juga bimbingan rohani dan jasmani lewat pengenalan sekolah, kampus, juga bisa dilakukan pelatihan konselor sebaya, Pemilihan Duta Konselor sebaya, Duta Generasi Cegah Stunting, Duta Anti Kekerasan Perempuan dan Anak, Duta Anti Narkoba dan lain sebagainya.

“Membangun ketahanan diri selain perlindungan fisik, anak juga harus dibekali dengan ketahanan mental yang kuat agar tidak mudah dimanipulasi oleh orang lain. Pendidikan karakter yang menekankan pada kemampuan problem-solving, self-esteem dan resiliensi sangat penting untuk ditanamkan sejak dini.

Menurutnya, orangtua juga harus menjadi pendengar yang baik bagi anak-anak mereka.

Komunikasi yang terbuka dan sehat dalam keluarga akan membantu anak merasa lebih nyaman dalam berbagi cerita dan mengungkapkan permasalahan yang mereka hadapi.

Komitmen bersama untuk masa depan anak mencegah kekerasan seksual terhadap anak adalah tugas bersama.

Setiap elemen masyarakat, baik itu keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas maupun organisasi seperti Yayasan Bunda Meifa Ervina Warokka, semuanya harus bersinergi dalam membangun lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.

Kesadaran dan kepedulian terhadap isu ini harus terus ditingkatkan agar generasi mendatang dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang bebas dari kekerasan seksual

(***/Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara