Manado – Harley Mangindaan, Wakil Wali Kota Manado melepas Sri Lestari atau Mbak Sri yang sedang melakukan perjalanan untuk perubahan di Sulawesi, bertempat di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Senin (21/9) pagi.
Mbak Sri akan melakukan perjalanan ke Provinsi Makassar dan 16 kota di Sulawesi, sepanjang 1,871 kilometer dari 21 September hingga 13 Oktober 2015 mendatang.
Menurut Henny Prabaningrum, Sri akan melakui jalur lintas sukawesi dan singgah di beberapa kota untuk berbagai dengan sesama difabel.
“Dalam perjalanan Sri juga akan menemui pemangku kebijakan daerah untuk menyampaikan perlunya melindungi dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas,” kata Henny.
Sri yang ke 3 kali bagi dirinya sebagai staf UCP Roda Kemanusiaan, ketika menemui Mangindaan, merasa salut atas kepedulian akan kaum disabilitas khususnya di kota Manado.
“Saya telah turut merasakan apa yang para difabel rasakan dan keterbatasan yang dimiliki. Saya adalah contoh nyata bagaimana seorang difabel mampu berkembang dan mandiri karena memperoleh hak atas akses dan peluang di lingkungan sekitar maupun masyarakat luas,”ujar perempuan asli Klaten, Jawa Tengah ini.
“Saya kagum dengan kota Manado yang punya tolenransi tinggi bagi kaum disabilitas dan perhatian Pemerintah Kota Manado, khususnya Pak Harley Mangindaan. Saya ucapakan terima kasih atas kepedulian bagi sesama saya,”tambah Sri yang pernah juga menemui Jokowi beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Harley menyampaikan apresiasi bagi Mbak Sti dan kawan-kawan, yang memilih kota Manado sebagai titik start perjalanan untuk perubahan di Sulawesi.
“Kedepan Pemerintah kota harus membangun kota Manado sebagai kota yang aksesibilitasnya tinggi buat para penyandang disabilitas. Setelah sekolah mereka harus apa? Itu harus dipikirkan kedepan. Untuk itu, para penyandang disabilitas akan dilibatkan dalam perencanaan pembangunan kota,” ungkap Harley. (redaksi)
