
Denpasar – Berbagai program promosi pariwisata sudah dilakukan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Meski sudah ada hasil yang cukup membanggakan, namun satu hal sederhana yang perlu kita ketahui.
Salah satu pemerhati sekaligus praktisi pariwisata muda Efraim Laluas SE Par kepada BeritaManado.com, Selasa (9/5/2017) mengatakan bahwa cukup dengan mengetahui apa maunya wisatawan, itu sudah bisa menjadi petunjuk.
“Jika kita mengetahui apa maunya para wisatawan berdasarkan karakter individu atau kelompok berdasarkan budaya negara asal, maka akan memudahkan kita menciptakan daya tarik. Akan sia-sia jika gencar promosi namun tidak paham keinginan wisatawan itu sendiri,” kata Laluas.
Ditambahkannya, wisatawan mancanegara punya karakter berbeda-beda. Otomatis perlakuan terhadap mereka katakanlah saat berada di Sulut juga harus berbeda. Dengan sendirinya fasilitas penunjang juga akan selaras dengan apa maunya para wisatawan.
“Pengalaman saya di Bali baik saat menjalani masa On The Job Training saat kuliah dahulu dan saat bekerja juga demikian. Intinya bahwa kita harus memahami keinginan dan budaya para wisatawan dan jangan sekali-kali memperlakukan sama rata,” jelasnya.
Dengan mengetahui apa yang diinginkan wisatawan, maka pemerintah bisa menentukan arak kebijakannya untuk mengembangkan sektor tersebut. Dalam hal ini juga tentu sangat dibutuhkan keterlibatan investor. (frangkiwullur)
