Kotamobagu – Diskusi umum pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (PBMR), hanya dihadiri tokoh mayarakat, tokoh adat, wartawan, LSM dan akademisi, membuktikan bahwa kurangnya antusias atau dukungan dari masyarakat Kota Kotamobagu. Karena masih banyak para tokoh-tokoh penting yang tidak menghadiri kegiatan yang di selenggarakan di rumah kediaman Muhamad Salim Lanjar (MSL), adik kandung Bupati Boltim Sehan Lanjar.
Bagaimana masyarakat mau turut ikut berpartisipasi dalam acara-acara seperti ini. Salah satunya Lukman, warga Motobai besar kecamatan Kotamobagu selatan, mengatakan kepada BeritaManado.com siang tadi, kita masyarakat yang tinggal diseputaran rumahnya Salim, tidak di undang, jadi kamipun hanya tau kalau kegiatan tersebut mungkin kegiatan silaturahmi dan diskusi biasa yang dilakukan oleh Salim, singkat Lukman.
Padahal kegiatan tersebut sangat mendukung untuk seluruh elemen masyarakat BMR. Seperti yang dikatakan oleh Ketua Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow (AMABOM) yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan, BMR memiliki 4 eks swapraja yang terdiri dari kerajaan Bolangitang, Kaidipang, Bolaang uki, dan Bolaang Mongondow. Masing-masing memiliki adat sendiri namun telah disatukan dalam Kabupaten Bolaang Mongondow pada Tahun 1954 silam.(haris)
