
Bitung, BeritaManado.com – Perekrutan Tenaga Harian Lepas (THL) kembali dibuka Pemkot Bitung di awal tahun 2021.
Perekrutan itu ditandai dengan surat Nomor 800/779/SEK perihal Tenaga Harian Lepas yang ditujukan ke tiap Kepala Perangkat Daerah Pemkot Bitung.
Surat itu ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Bitung, Audy Pangemanan bertanggal 29 Desember 2020 dan ditembuskan ke Wali kota dan Wakil Wali kota.
Surat berkop Sekretariat Daerah Kota Bitung yang berisi pemberitahuan perihal itu beredar ke publik. Surat tersebut dengan gamblang memerintahkan seluruh perangkat daerah untuk mulai merekrut THL.
Adapun isu surat, pertimbangan untuk membuka rekrutmen THL adalah berakhirnya masa kontrak untuk tahun 2020.
Seluruh perangkat daerah diminta segera melakukan penerimaan supaya kebutuhan akan THL tetap terpenuhi.
Bahkan dalam surat itu ada penegasan bahwa THL yang akan direkrut bukan berstatus THL baru.
Atau yang akan diangkat harus yang sudah bekerja di Pemkot Bitung minimal sejak tahun 2020. Artinya, Pemkot Bitung tak memberi kesempatan bagi orang baru untuk melamar.
Teekait beredarnya surat itu, Kabag Hukum Setda Bitung yang diserahi tugas untuk mengawal rekrutmen tersebut, Meiva Woran, membenarkan perihal surat yang beredar.
Ia mengakui perintah untuk merekrut THL sudah turun.
“Iya, menunggu usulan KPD (kepala perangkat daerah,red) pak,” jawab Meiva saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (03/01/2021).
Namun sayang, yang bersangkutan pun tak menjawab lebih perihal itu.
Ditanya mulai kapan tahapan rekrutmen dibuka ia tak memberi jawaban. Ia hanya menyatakan jika pengangkatan THL menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Honor Belum Dibayar
Agenda awal tahun Pemkot Bitung membuka perekrutan THL dianggap Rendy Rompas adalah hal yang sangat mencurigakan dan buru-buru.
“Kesannya Pemkot Bitung sangat bergantung pada THL. Seolah-olah pemerintahan akan terganggu kalau THL tak segera diangkat,” kata Rendy.
Apalagi kata aktivis muda Kota Bitung ini, rencana rekrutmen tersebut bertolak belakang dengan kenyataan yang ada yakni pemenuhan hak keuangan pegawai dan THL Pemkot Bitung yang bermasalah.
“Sangat ironis. Gaji THL Bulan Desember tidak dibayar tapi ini sudah mau merekrut lagi. Harusnya diperjelas dulu soal itu baru kemudian dibuka. Belum lagi honor buruh sampah dan TPP ASN yang juga tidak terbayar. Sebaiknya itu dulu yang jadi fokus baru hal-hal lain,” tuturnya.
