
Manado – Konsumsi beras di Indonesia, khususnya Provinsi Sulawesi Utara dinilai paling tinggi di dunia, sehingga mengakibatkan produksi beras sudah tidak seimbang dengan konsumsi di masyarakat Sulut. Apalagi di Sulut mempunyai tambahan produksi selain beras, yaitu umbi-umbian dan sagu juga merupakan bahan makanan pokok yang sudah ditinggalkan. Pada akhirnya hampir semua masyarakat mengkonsumsi beras. Demikian dikatakan Ketua 234 SC Sulut, Marvel Dicky Makagansa.
“Mengkonsumsi Beras, atau katalain Beras yang sudah matang yaitu Nasi berlebihan sebenarnya tidak baik juga untuk kesehatan, karena penyebab penyakit gula yang bersumber dari nasi. Selain bisa mengakibatkan penyakit gula, produksi beras menjadi tidak seimbang dengan konsumsi yang berlebihan, dan memang harus diakui konsumsi beras kita sangat berlebihan,” ujar Makagansa.
Lanjutnya, untuk mengantisipasi hal ini sebaiknya pemerintah mensosialisasikan tentang untung dan ruginya mengkonsumsi beras berlebihan, disamping meningkatkan subsidi dibidang pertanian, untuk meningkatkan jumlah produksi beras.
“Yang pasti, pemerintah juga harus menjaga stabilitas harga dan bagi para konsumen sebaiknya mulai memperbiasakan kembali mengkonsumsi ubi maupun sagu sebagai salah satu makanan pokok,” tandas Makagansa. (oke)
