Agama dan Pendidikan

Lurah Tataaran: Warga Tataaran Terbuka Bagi Para Pendatang

Maya Rumantir bersama pemerintah dan masyarakat Tataaran (foto beritamanado)
Maya Rumantir bersama pemerintah dan masyarakat Tataaran (foto beritamanado)

Manado – Kepala Kecamatan Tondano Selatan Robert Ratulangi menjamin keamanan di wilayahnya pasca bentrok warga dan mahasiswa Papua sudah kondusif.

Ketika menerima kunjungan anggota DPD-RI Maya Rumantir, Jumat (24/10/2014) sore, Ratulangi yang didamping Lurah Tataaran Dua Mouna Kaparang-Rengkuan, menjamin kejadian tersebut tidak terulang lagi.

“Warga Tataaran terbuka bagi para pendatang termasuk mahasiswa asal Papua yang kuliah di Unima. Namun diharapkan kejadian lalu tidak terulang”, tutur Lurah Tataaran Dua Mouna Kaparang-Rengkuan.

Sementara Maya Rumantir yang didampingi anggota Deprov Wenny Lumentut dan Juddy Moniaga kepada pemerintah dan warga Tataaran mengingatkan untuk mempererat persaudaraan berlandaskan cinta kasih.

“Marilah kita saling mengampuni, termasuk kepada saudara-saudara kita yang khilaf. Semua permasalahan akan selesai jika kita mengandalkan Yesus sebagai sumber cinta kasih”, ujar senator Sulut ini. (jerrypalohoon)

Satu tanggapan untuk “Lurah Tataaran: Warga Tataaran Terbuka Bagi Para Pendatang”

  1. Wow…saya ditunjukkan foto pembunuhan “supersadis” terhadap seorang Mahasiswa Papua di Tataaran, sementara itu “pembunuhan sadis” di tataaran itu langsung merambah menjadi berita dunia. Dampak negatifnya sangatlah besar dan sangat paradox. Prof Tuerah, Rektor Unima pasti kecewa dengan kejadian ini. Mahasiswa dari luar Sulut jadi “takud” datang belajar di Unima. Minahasa itu merupakan Kaupaten yang terbanyak Gereja di Indonesia, dan slogan Pemprov dan Pemda Minahasa, menuju masyarakat yang unggul dan berbudaya. pARADOX DENGAN hUKUM kASIH SECARA nORMATIF TETAPI HUKUM “sADIS” DALAM KENYATAANNYA. mENTALITAS YANG TEMPRAMENTAL, EMOSIONAL.Gereja dan Pemerintah ditantang untuk menjadi Nomor 1 dalam melaksanakan Revolusi Mental Presiden Jokowi. Salut kepada Ibu Maya Rumantir yang langsung melakukan blusukan ke Asrama Papua. Tetapi, terutama apakah Revolusi Mental akan jalan di Tataaran dan lingkungan sekitar UNIMA. Semoga. Salam. Prof Lucky Sondakh, Mantan Rektor Unsrat,

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara