Kota Manado

Lumentut Tanggapi Surat Gugatan Monareh

MANADO – Harold Monareh MSi, mantan Sekretaris Kota (Sekot) Manado yang kini non job akibat rolling pejabat yang dilakukan Walikota DR. Vicky Lumentut, telah melayangkan surat gugatan terhadap Walikota ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado.

Menanggapi gugatan yang dilayangkan mantan Sekot Manoreh, DR. Vicky Lumentut selaku Walikota Manado disela-sela acara Halal Bi Halal Pemerintah Kota Manado mengatakan, “saya membaca di media bahwa ada gugatan (dari mantan Sekot) silahkan itu adalah hak beliau. Tetapi nanti pemerintah kota karena sudah digugat berarti kita harus siap-siap menghadapi ini, tinggal menunggu waktunya.”

Saat para wartawan menyinggung alasan pergantian Monareh, Lumentut mengatakan, “pada saatnya nanti akan disampaikan,” singkatnya. (jrp)

39 tanggapan untuk “Lumentut Tanggapi Surat Gugatan Monareh”

  1. @sinama:
    adoh bro kypa so talalu jauh lari dari konteks pembicaraan dank, qta kasiang bukang aktivis mungkin nda sama dgn anda, cuma menurut pengamatan saya, waktu pak Monareh pindah ke Manado itu bukan hanya kedekatan dgn pak Lumentut, tetapi pak Monareh sangat dekat dengan pak Imba, beliau berdua (pak Lumentut dan pak Monareh) sama2 dari Pemprov khan, dan memang mereka bertiga (pak Imba, pak Lumentut dan pak Monareh) sangat dekat, ingat bro dorang tiga itu Penatua PKB, pak Harold Ketua PKB Wilayah Mdo Malalayang so 2 periode dgn ini. situasi waktu pergantian pak Lumentut ke pak Monareh sgt beda dgn pergantian pak Monareh ke pak Kewas, waktu itu pak Lumentut masih dalam proses pemeriksaan terkait kasus APBD 2006, ingat khan bro??? apa bro lupa dan tidak ingat bgmna raut wajah pak Monareh sewaktu menggantikan pak Lumentut??? adakah senyum??? sampai2 pak Monareh memakai kacamata yg agak hitam untuk menutupi kesedihannya dgn keadaan saat itu. sebenarnya sudah sangat lama pak Imba meminta pak Monareh menggantikan pak Lumentut krn saat itu pak Imba sangat kecewa dgn beliau terkait APBD 2006. dan saat pak Sarundayang mengaktifkan dan MENYELAMATKAN pak Lumentut menggantikan pak Monareh apakah pak Monareh tidak mambantu kinerja pak Lumentut???, apakah sewaktu pak Monareh dinonjobkan pak Lumentut, pak Monareh tidak hadir??? dan pak Monareh tidak CIPIKA-CIPIKI??? (sumber: Manado Post) dan setelah dinonjobkan apakah tidak jelas bagi anda ketika pak Lumentut diwawancarai wartawan dgn setianya beliau (pak Monareh) masih berdiri dibelakang pak Lumentut. sory kalu so talalu panjang bro (maklum anak baru lulus kuliah dan bukan aktivis kasiang) intinya saya sampaikan lagi: bukan masalah jabatan dan kedudukan yang saya pikir dikejar oleh pak Monareh, karena semuanya itu telah disediakan Tuhan, tetapi bagaimana pergantian dirinya harus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya mengenai mekanisme tentang penggantian jabatan sekretaris daerah. Saya pikir pak Monareh sudah tidak lagi berpikir untuk menjabat sekot manado sampai masa pemerintahan walikota pak Vicky Lumentut berakhir (karena sudah tidak dipercayakan lagi oleh walikota pak Vicky Lumentut). tetapi yang dikejar pak Monareh di PTUN saya pikir hanya sebatas bagaimana mekanisme pergantian sekretaris daerah harus sesuai aturan yang berlaku. itu membuktikan bahwa pak Monareh taat dan mengerti hukum dan peratuan yang berlaku. Tabea, Gbu bro…..

  2. ya kasiang ini qta pe sinama. ngana kwa jang talalu banya teori rupa tu anak baru lulus kuliah jo. ngana pi tanya pa dekan mipa dokter edwin de quelje. dia kalah di ptun sampe di makasar le, menang putusan terkait pemilihan dekan mipa. mar ternyata putusan itu nyanda mempunyai hak eksekusi. sampe rektor sondakh brenti dari jabatan rektor, itu dekan mipa nda pernah kaluar sk rektor atas nama doktor pontoh.

    kalu blum jelas napa depe contoh kadua. dalam kasus gki taman yasmin. walikota bogor kalah sampe di mahkamah agung. mendagri so prentah melalui rekomendasi ombudsman supaya kase pulang ulang itu keabsahan imb gereja taman yasmin. dpr so pangge, tada, deng sagala rupa, tetap walikota sampe detik ini nyanda kase pulang. jadi cuma kaluar keputusan politik : walikota nyanda taat hukum….mar itu imb tetap nyanda bale ulang.

    sinama, ngana mustinya tau kalu pak monareh deng pak vicky sebenarnya skarang cuma baku ganti posisi kejadian taon 2008 lalu…adoh kalu sinama lia depe video waktu serah terima pelaksanaan tugas…pak vicky lengkap datang deng prof paula runtuwene, anak-anak, pake dasi amerika, ovor tugas, kong cipika-cipiki deng pak monareh yang waktu itu dapa lia sumringah, sanang-sanang,…sinama catat ini : CIPIKA-CIPIKI ITU TULUS….nyanda ada gugatan….pak vicky biar saki hati deng malele aer mata, dia sportif : MONAREH ITU KWA QTA BAWA DARI PROVINSI PINDAH MANADO. DIA PASTI BISA…NYANDA ADA PTUN-PTUN…NYANDA PERLU CARI SAPA YANG BUTUL SAPA YANG SALAH…itu sikap birokrat sejati : siap ditempatkan di mana saja.

    satu lagi, kalu sinama dapa lia rupa sanang skali pak monareh ‘memenangkan putusan sela’, ngana ja pi tanya pa pak monareh bagimana depe perasaan? sinama tau ibu yang pambae skali itu pe keadaan waktu tau ada ba gugat? kalu blum sebaiknya sinama bacirita jo langsung deng beliau.

    jadi sinama, jang talalu ba provokator seolah-olah ngana tim doa dari sorga, kong so ngana paling butul dalam kasus ini … kalu qta mo kase ajar filsafat pa sinama bagini. kebenaran itu bukan cuma soal kebenaran agama dan kebenaran filsafati…masih ada kebenaran ilmiah, dan secara politis kebenaran ilmiah itu tidak akan berhenti pada satu titik, jadi mari torang lanjutkan ini permainan kebenaran.

  3. @Aceng:
    Setuju bro, yang penting dapat diusulkan dan tertata dalam lembaran peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan diatur mengenai mekanisme teknis pelaksanaan aturan tersebut, sehingga semua pengambil keputusan khususnya para kepala daerah dapat mengikuti dan menaati aturan tersebut. Tabea, Gbu

  4. pe rame ini topik kang, kita usul supaya itu Sekprov/Sekkot/Sekda pe jabatan cuma buat 2 taong jo sejak dorang dari plt sampe definitif. biar itu birokrat2 handal di SULUT boleh saling bakurasa bagimana jabatan deng kursi.
    masalah rolling itu biasa dalam dunia pemerintahan dan karir.

  5. bukan masalah jabatan dan kedudukan yang saya pikir dikejar oleh pak Monareh, karena semuanya itu telah disediakan Tuhan, tetapi bagaimana pergantian dirinya harus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya mengenai mekanisme tentang penggantian jabatan sekretaris daerah. Saya pikir pak Monareh sudah tidak lagi berpikir untuk menjabat sekot manado sampai masa pemerintahan walikota pak Vicky Lumentut berakhir (karena sudah tidak dipercayakan lagi oleh walikota pak Vicky Lumentut). tetapi yang dikejar pak Monareh di PTUN saya pikir hanya sebatas bagaimana mekanisme pergantian sekretaris daerah harus sesuai aturan yang berlaku. itu membuktikan bahwa pak Monareh taat dan mengerti hukum dan peratuan yang berlaku. Tabea, Gbu

  6. @Heri:
    walau baru keputusan sela, tetapi sudah memberikan pelajaran kepada kepala daerah mengenai aturan, supaya tidak dengan seenaknya mengambil keputusan yang ujung-ujungnya menabrak aturan. dan setidaknya persidangan PTUN telah mengabulkan permohonan penggugat dan me-merintahkan kepada tergugat (Walikota Manado) untuk menunda/menangguhkan pelaksanaan lebih lanjut Keputusan Walikota Manado Nomor: 821.2/BKD/SK/14/2011, ten-tang Pemberhentian Sementara Sekre-taris Kota Manado tertanggal 24 Agustus 2011, dan Surat Perintah Walikota No-mor: 800/LT.08/BKD/1397/2011, ter-tanggal 24 Agustus 2011 tentang Peng-angkatan Plt Sekretaris Kota Manado, selama pemeriksaan sengketa ini sedang berjalan sampai dengan ada-nya putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (sumber: “disable links” ). semoga sebagai kepala daerah (walikota) dapat memberikan contoh kepada masyarakat dalam hal mematuhi setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara ini. Tabea, God bless….

  7. @pembaca pande:
    bukan masalah jabatan dan kedudukan yang saya pikir dikejar oleh pak Monareh, karena semuanya itu telah disediakan Tuhan, tetapi dalam hal ini keputusan sidang PTUN memberikan hikmah dan pelajaran bagi Walikota dalam mengambil keputusan untuk tidak seenaknya dan main “tabrak” aturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini. jangan mengutamakan kepentingan pribadi, politik atau bahkan kepentingan mereka yang haus akan kekuasaan tanpa ada kontribusi dan kinerja yang baik untuk kemajuan Kota Manado yang kita cintai bersama, kepentingan publik harus diutamakan. Tabea
    @Aceng:
    setuju bro, hasil akhir telah diserahkan ke PTUN. Tabea
    @Pembaca juga:
    bukan masalah jabatan dan kedudukan yang saya pikir dikejar oleh pak Monareh, karena semuanya itu telah disediakan Tuhan. Praise the Lord, Tuhan bekerja lewat persidangan PTUN sehingga keadilan benar2 boleh ditegakkan. Tabea

  8. Baguslah kalo dia jadi Sekkot ulang. Boleh rasa mo duduk ulang tu kursi maar tantu akan jadi dapa rasa rupa bara….. heheheheh….

  9. sudah jo kuak, torang baku2 ambe soal ini. ini kasus so dianggap selesai. kita pikir berita baru, eh ternyata so amis kote. torang tonton jo itu filem bae2, kong lia depe hasil bagimana.

  10. @Tole:
    setuju bro, praise the Lord hari ini 28 September 2011 lewat hasil persidangan di PTUN, Tuhan menunjukan bahwa gugatan pak Monareh adalah benar. kemenangan pak Monareh di PTUN merupakan pelajaran bagi para Kepala Daerah untuk tidak seenaknya mengeluarkan kebijakan dengan dalil “hak prerogatif” yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara ini. Tabea

  11. @Heri:
    Setuju bro, saya awalnya hanya untuk menyampaiknan bahwa adalah hal yang wajar seorang warga negara untuk menuntuk secara hukum atas ketidakadilan yang menimpanya. sekaligus saya mendukung upaya seorang birokrat andal seperti pak Monareh dalam mencari keadilan. saya tidak pernah mengatakan bahwa keberhasilan2 Kota Manado hanya pada pak Monareh seorang. tetapi sebagai sekretaris kota yang merupakan motor dalam penyelenggaraan birokrasi di Kota Manado, beliau banyak memberikan kontribusi dalam sistem pemerintahan, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan dan pelayanan publik. Tabea

  12. Betul itu. Kesuksesan yang di dapati pemerintah daerah tentunya bukan hanya peran serta sekot atau walikota sendiri, melainkan mulai dari SKPD yang ada, makanya staretegi itu harus dtg dri walikota sendiri, bgm membentuk kabinetnya, dan saya pikir kabinet itu adalah hak preogratif walkot untuk menentukan sehingga untuk kemajuan kota manado tercinta..

  13. @evert, dari jwbn ngana :(ketika JRR jadi walikota dan GSVL jadi sekdakot???? bukankah opini BPK selama itu Disclaimer dan Adverse) so dpt tau bahwa semua tgt pimpinan daerah,
    Dan jwbn ngana untuk komentator ( stabilitas pemerintahan yang kondusif (selama 5 kali pergantian Walikota), iven2 yang dilaksanakan di Kota Manado berlangsung sukses, dan dari sisi pengelolaan dan pertanggungjawaban Laporan Keuangan Pemkot Manado mendapat peningkatan opini dari BPK RI yaitu WDP) Kalo kita ikuti ngana pe kata jd smua hasil usaha sekda dang! bukan walikota!!!!
    bila hal yg sama untuk Sulut, WOC dan Sail bunaken sukses krn RoMa bukang Gub, dg kata lain kalo bukan Roma jd Sekprov so pasti nda sukses itu acara. Fakta??? sukses itu bukan karya 1 orang bro… Tabeea

  14. @komentator: saya hanya menyampaikan fakta yang terjadi dan pernah terjadi di pemerintahan Kota Manado. Sebagai orang beriman, kita diajarkan untuk berani berkata “ya diatas ya dan tidak diatas tidak”, termasuk ketika diperhadapkan dengan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. saya tidak mengatakan pak Monareh jadi korban, tetapi mengapah pejabat yang berkinerja baik dan menunjukkan prestasi dan kontribusi yang baik untuk kemajuan Kota Manado (berdasarkan fakta2 yang saya sampaikan sebelumnya) justru dinonjobkan??? jika pemerintahan Kota Manado sekarang ini pola pikirnya atas dasar suka atau tidak suka dalam rekrutmen pejabat, dan tidak mementingkan kepentingan publik, mau dibawa kemana Kota Manado yang kita cintai ini???? Mohon informasi, kapan (tanggal pelantikan/rentang waktu) pak Monareh menjadi pejabat Walikota???? setahu saya pak Monareh TIDAK PERNAH menjabat Walikota Manado. jangan menyampaikan berita yang fiktif yang tidak berdasarkan fakta di lapangan. Tabea, Gbu

  15. Mana2 jo dang pa ngana Evert…. hehehehe…. kage le ngana manangis…..
    kita so nintau mo bilang apa, napa Evert so bilang karu Pak Monareh jadi korban… hehehe….
    dia pernah jadi pejabat walikota kl ndak salah kang? brp jo tu oto dinas dia da kase dem?

  16. evert, ngana pe kaluarga kang, monareh ? kita lia ngana banyak ba koment..
    sabar jo tunggu sidang.. kalo untung ya bagus kalo kalah jang mangamuk…!!!
    kalo kita dukung SBY noh. WKwkekwkek

  17. kita banyak kali usul: jabatan Sekprov/Sekkot/Sekda lebe bae hanya buat 2 taong sj. Kase yang laeng untuk merasakan jabatan2 itu deng ada regenerasi pada waktunya bukang terpaksa.
    Mendagri so bilang, Gub yang akan handle soal ini, jadi torang tunggu jo apa itu Gub akan lakukan ssdh itu travelling ke Rusia. Tapi Mendagri jg akan lihat alasan2 Walikota kata.

  18. Bukan jabatan yang dikejar tapi KEADILAN harus ditegakkan..Pak Monareh seorang birokrat yang handal>>Belum ada setahun sebagai Sekot beliau sudah menunjukkan kontribusi yang memajukan kota manado…Coba pikir secara Logika,disaat orang2 memperebutkan jabatan di tahun 2009 beliau malah fokus (berpikir secara tenang) bagaimana bisa menjalankan roda pemerintahan di masa pemerintahan Lumentut

  19. @Heri: saya tidak mau mengait-ngaitkan dengan SHS, jika menelusuri hubungan kepala daerah dan sekretaris daerah, apa hasil hubungan ketika JRR jadi walikota dan GSVL jadi sekdakot???? bukankah opini BPK selama itu Disclaimer dan Adverse???? atas dasar pengelolaan keuangan yang amburadul, menyebabkan pak JRR ditahan KPK, padahal secara pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan kita semua tau bahwa pak JRR tidak kompeten di bidang itu. kenapa pak JRR yang menjadi korban tunggal??

  20. Adano pembantu yang prentah majikan…
    Pembantu yang ada affair deng majikan biasanya ja prentah2 majikan..
    Io nda?

  21. @ evert, ngana memang ngak pake logika, kalo daerah dapat WDP/WTP sapa yg disebut berhasil, kepala daerah atau sekda. Biar ley sek mau beking apa kalo tanpa dukungan kepala daerah tetap nda berkutik, jadi yg berhasil tantu kepala daerah noh!!!
    jadi menururt ngana sulut dpt WTP krn Sekprov bukang SHS dang!
    Asal jo babicara………..

  22. Sudah jo kwa mo paksa, nda ada cirita pembantu mo perintah majikan, kalo pembantu so membangkang tantu somo dapa noh dia, bilang jo akang pa pak monareh Rencana Tuhan indah pada waktuNya, ba sabar jo kwa..

  23. @Heri: mari kita berpikir positif, dengan maksud anda “kiapa gub da pake pa dia” itu dalam hal apa? saya hanya menyampaikan FAKTA (bukan asal2an) mengenai kinerja pak Monareh dan kontribusi yang dia berikan untuk kemajuan Kota Manado. bukankah anda yang berbicara asal2an?? (tanpa bukti yang jelas). Tabea

  24. Kalo ngana evert rasa , monareh berprestasi, kiapa gub da pake pa dia.
    itu depe logika. kalo kita jadi pimpinan dimanapun kalo kita lia ada yg berprestasi kita minta dia bergabung pa kita kalo perlu “bajak” pa dia….
    Asal jo ngana, mungkin ngana pe keluarga…he..he..he…

  25. @komentator: permasalahan ini jangan dibawa ke konsep pemikiran dengan mengeluarkan isu seakan-akan pak Monareh menginginkan jabatan Sekot seumur hidup. dengan FAKTA-FAKTA kinerja dan kontribusi yang telah ditunjukan pak Monareh sebagaimana yang telah saya katakan sebelumnya, sangat jelas bahwa Kota Manado masih membutuhkan figur birokrat seperti pak Monareh. Jika anda mengatakan tidak bisa bekerjasama, apakah tidak cukup bukti stabilitas pemerintahan yang telah berjalan dengan baik (dikala pak Monareh menjabat Sekot di 5 Walikota)?? malahan disaat beberapa walikota tersebut disibukkan dengan perebutan kekuasaan daerah dan partai politik, pak Monareh fokus terhadap bagaimana menjalankan roda pemerintahan dan menjaga stabilitas pelayanan publik berjalan dengan baik (saya sebagai warga Kota Manado merasakan itu). saya berbicara dengan pola pikir independen dengan melihat kinerja dan kontribusi pak Monareh, dengan tidak untuk menyenangkan orang tertentu (tidak bermental penjilat). semua saya sampaikan berdasarkan FAKTA, untuk kemajuan Kota Manado. semoga pak walikota tidak mudah mendengarkan isu2 dan bisikan2 “setan” yang sifatnya mengadu domba.

  26. Nggak ada salah dengan sikapnya mau menuntut ‘keadilan’. Tapi apakah salah kalo pejabat yg dia tuntut kemudian menjawab bahwa dia tidak bisa kerjasama dengan Pak Harold lagi? Apakah Pak Harold menginginkan jabatan Sekkot seumur hidup? Gak beda dong dengan gaya raja….. Adilkah sikapnya bagi sesama kolega-nya yg juga sudah waktunya dipromosikan punya jabatan????

  27. @komentator: apa salah seorang warga negara menuntut keadilan di tempat yang tepat. Sekot itu menjadi motor dalam pemerintahan, dan menurut saya pak Monareh selama menjabat Sekot banyak keberhasilan, diantaranya: sistem pelayanan publik yang semakin baik (hasil survey Koran Sindo Tahun 2009), stabilitas pemerintahan yang kondusif (selama 5 kali pergantian Walikota), iven2 yang dilaksanakan di Kota Manado berlangsung sukses, dan dari sisi pengelolaan dan pertanggungjawaban Laporan Keuangan Pemkot Manado mendapat peningkatan opini dari BPK RI yaitu WDP (dimana ketika Sekot dijabat GSVL baik itu disaat Wlikota dijabat JJR dan Plh Walikota SHS opini BPK RI Disclaimer dan Adverse). kenapa Birokrat handal dan berprestasi tersebut malah dinonjobkan??? mau dibawa ke mana Kota Manado yang kita cintai ini???

  28. Tiap kali baca Pak Monareh pe nama kita langsung dapa inga ada foto yg dimuat di sini waktu pertama kalinya si Wawali pi meninjau depe kantor sesaat setelah terpilih. Di foto itu Pak Monareh da mangada pa Wawali rupa da mangada pa Raja….. hehehehe….. lucu banget…..

  29. SULUT banyak dipilih buat acara2 iven nasional deng internasional. cuma yah itu noh, bukang bukti bahwa di SULUT itu so lebe bae deng lebe sejahtra.
    Pak Monareh lei nimau kase itu orang laeng rasakan itu jabatan Sekkot. Itulah depe besae kalo so talalu lama taduduk sadap di kursi Sekkot, so susah untuk dilepaskan: ini rupa gejala2 umumnya orang2 terlibat KKN.

  30. Walkot dari daerah lain lagi terus belajar2 sampe ke Harvard, napa torang cuma bakalai trus…….

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Sejumlah bupati dan wali kota akan menjalani pendidikan singkat di “Harvard Kennedy School of Government”, Universitas Harvard, Amerika Serikat.
    Kepala daerah yang terpilih untuk mengikuti pendidikan tersebut yakni Bupati Serdang Bedagai, Samosir, Agam, Bengkalis, Sukabumi, Solok Selatan, Gresik, Malang, Kutai Kartanegara, Sumbawa Barat, Luwu Utara, Mamuju, Poso, Banyuwangi, dan Lampung Selatan. Kemudian, Wali Kota Kediri, Banjar Baru, Denpasar, dan Ternate……….

    Sulut?… NOL prestasi

  31. mar lebe bagus bagini supaya boleh buktikan di ranah hukum sapa yang salah, sapa yang betul. daripada berpolemik terus nda habis2 tuntut jo pak monareh.

  32. asal jo pak monareh pe keputusan itu keputusan pribadi, bukan karena bisikan para pembisik… karena kalo nanti akhirnya malo, tu rasa malo itu dia mo tanggung sandiri lho… hehehehe….

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara