Agama dan Pendidikan

Louis JA Laarhoven MSC, Imam Asal Belanda Yang Dicintai Umat Katolik Kakaskasen

Louis JA Laarhoven MSC, Imam Asal Belanda Yang Dicintai Umat Katolik Kakaskasen
Pastor Louis Laarhoven (tanda merah) bersama umat Katolik Kakaskasen pada September 1985

Tomohon, BeritaManado.com — Bagi umat Katolik St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen semua imam atau pastor yang melayani punya kenangan tersendiri dengan berbagai cerita unik dan menginspirasi, tak terkecuali dengan Pastor Louis Johanes Marie Laarhoven MSC.

Misionaris kelahiran Kota Breda di negeri kincir angin Belanda 10 Januari 1924 ini memiliki banyak kisah yang sangat membekas dan tidak akan mudah hilang dari memori umat Katolik Kakaskasen.

Disiplin dan tegas adalah dua karakter yang sangat nampak dalam pembawaan diri sang misionaris, baik saat mengenakan jubah imam maupun setelan kemeja batik dan celana Panjang.

Tidak hanya itu, dekat dan akrab dengan anak-anak khususnya mereka yang bertugas sebagai Misdinar atau Putra Putri Altar (PPA) juga menjadi bagian dari karya pelayanannya.

Bersama dengan sebuah mobil kecil merk Suzuki Jimi warna hijau, Pastor Laarhoven yang suka memberikan hadiah coklat kepada anak-anak PPA ini berkelana ke stasi-stasi yang ada di lingkup pelayanan Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen.

Louis JA Laarhoven MSC, Imam Asal Belanda Yang Dicintai Umat Katolik Kakaskasen
Pastor Laarhoven bersama anak-anak pada perayaan Komuni Pertama November 1980

Dalam sebuah wawancara ekslusif BeritaManado.com dengan mantan Ketua Dewan Pastoral Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Alexius Toreh, terungkap bahwa sosok Pastor Laarhoven merupakan pribadi yang tegas dan disiplin, namun sangat dicintai oleh umat yang dilayaninya.

“Beliau adalah imam MSC asal Belanda yang melayani di Paroki Kakaskasen dan setelah ini, silih berganti pelayanan dilakukan oleh imam MSC dan Diosesan (Projo). Momentum keakraban dengan Pastor Laarhoven sangat terasa jika ada perayaan-perayaan kebersamaan, seperti pesta pelindung paroki, Natal,  Tahun Baru, Paskah, Komuni Pertama dan Krisma,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Sekretaris DPP St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Steven Ngenget kepada BeritaManado.com,  Minggu (1/8/2021) menuturkan bahwa dalam rangka memnyongsong Yubelium 150 Tahun Pembaptisan Pertama yang menurut catatan pada 2025 mendatang, maka direncanakan salah satu agenda yaitu penyusunan buku yang memuat kisah perjalanan sejarah perkembangan umat Katolik Kakasksen.

“Tentu jika Pandemi COVID-19 pada tahun 2025 mendatang sudha lebih baik dari saat ini, maka perayaannya akan dibuat sedemikian rupa. Dalam jangka waktu 4 tahun kedepan, akan dipersiapkan sejumlah kegiatan. Namun semuanya itu akan kami koordinasikan dengan Pastor Paroki dan pimpinan umat lainnya,” tuturnya.

(***/Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara